Minggu Pertama Ramadan, Harga Bawang Putih di Pessel Capai Rp120 Ribu/Kg

Minggu Pertama Ramadan Harga Bawang Putih di Pessel Capai Rp120 RibuKg Foto: Debi Kurnia

Covesia.com - Minggu pertama bulan Ramadan 1440 Hijriah, harga bawang putih di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) melambung tinggi hingga mencapai harga Rp120 ribu/kg.

Dilihat dari rilis data Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pessel, kenaikkan harga komoditas bawang putih di daerah itu, terjadi semenjak akhir maret 2019 lalu dari harga normal Rp20 ribu/kg menjadi Rp28 ribu/kg.

Kenaikkan harga komoditas bawang putih terus merangkak naik. Dimana pada Awal April harganya mulai naik mencapai Rp32 ribu/kg dan pada akhir April harga bawang puti Rp50-60 ribu/kg, dan angka itu bertahan Rp60 ribu/kg.

Sedangkan informasi pada hari ini Jumat (10/5/2019) harga komoditas bawang putih dibeberapa pasar tradisional seperti pasar tradisional Surantih Kecamatan Sutera melambung tinggi mencapai Rp120 ribu/kg.

"Naiknya harga bawang putih ini terjadi semenjak satu minggu ini. Naiknya dua kali lipat dari yang sebelumnya,"sebut Yeni seorang ibu rumah tangga usai berbelanja di pasar tradisional Surantih pada Covesia.com. 

Menurutnya, tingginya kenaikkan harga bawang putih mencapai Rp120 ribu/kg ini pertama kali ia rasakan. Mesti sebelumnya, naik turunnya harga sembako sudah biasa terjadi selama ini.

"Sebelumnya, pernah sih harganya tinggi. Tapi tidak pernah setinggi ini, bayangkan satu kilo bawang putih setara dengan satu karung beras isi 10 kilo," ujarnya

Lanjutnya, tinggi harga bawang putih tersebut membuat urung untuk membeli dalam memenuhi kebutuhan bahan dapurnya.

"Ya sekarang malas untuk membeli bawang putih. Sebab, satu bulat utuh bawang putih itu kalau di beli harganya mencapai Rp10 ribu, kalau satu itu aja di beli Rp10 rubu sangat berat rasanya bagi kami. Apa lagi saat ini ekonomi kita saat ini sangat susah," pungkasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Pesisir Selatan, Hendro menyebutkan, kenaikkan harga bawang putih tersebut terjadi hampir di semua daerah.

"Memang harga bawang putih saat ini sangat tinggi, tidak di daerah kita saja daerah lainnya juga begitu," ungkapnya ketika dihubungi Covesia.com melalui via telepon

Ditambahkannya, kenaikkan harga cukup tinggi pada bawang putih. Itu, disebabkan oleh keterbatasan stok.

"Selain keterbatasan stok bawang putih yang harganya tinggi itu adalah bawang putih impor oleh sebab itu, harganya ditekan tinggi," katanya

Lanjutnya, terkait kenaikkan harga itu, pihaknya telah menyampaikan pada Dinas Pangan setempat. Nantinya, Dinas Pangan bersama pihaknya tengah menyiapkan operasi pasar.

"Saat operasi nantinya, kita akan melakukan intervensi harga kepada para pedagang. Agar para pedagang tidak ada yang melakukan permainan harga nantinya,"sebutnya

Sedangkan dari beberapa harga bahan pokok lainnya, masih normal dan seperti biasa. "Ada yang juga naik harganya tapi tidak seberapa. Seperti, cabai merah dan rawit, minyak goreng, kenaikkan harganya hanya mencapai Rp.500 saja dari masing-masingnya," tutupnya.

Kontributor Pessel: Indrayen

Berita Terkait

Baca Juga