Menyigi Pabrik Tradisional Penyulingan Minyak Pala di Kota Pariaman

Menyigi Pabrik Tradisional Penyulingan Minyak Pala di Kota Pariaman Ayang Ipoh saat menunjukkan alat penyulingan minyak pala tradisional miliknya. (Foto: Almurfi Sofyan/covesia)

Covesia.com - Pala atau yang lebih dikenal di Pariaman dengan sebutan "buah palo" merupakan tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna, karena tanaman itu bisa dimanfaatkan dan diolah dalam berbagai industri.

Daging buah pala dan bijinya tersebut dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan campuran gulai, manisan, asinan, dodol, sirup, minyak pala, obat-obatan, kosmetik dan masih banyak lagi khasiat dari buah pala ini untuk dimanfaatkan.

Di Kota Pariaman sendiri tepatnya di  Dusun Koto Kaciak, Desa Pauh Timur, Kecamatan Pariaman Tengah, ternyata sejak Tahun 2004 sudah ada pabrik penyulingan minyak pala ini. Pabrik ini didirikan oleh Nurdin Ipo atau yang lebih dikenal dengan panggilan ayang ipo yang menjalin kerjasama dengan temannya dari Aceh.  

Pada masa awal pabrik penyulingan pala ini dikerjakan oleh ayang Ipo dengan temannya bernama Rahmat hingga Tahun 2016. Pada masa awal itu Ayang Ipo sebagai pemilik lahan dan Rahmat sebagai pemilik modal sekaligus pengelolanya.

Menurut Ayang Ipo, dahulu dari penyulingan minyak pala ini dia bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan, karena saat itu harga 1 kilogram minyak pala di hargai Rp1 juta. Sehingga pihaknya bisa memberikan bonus kepada para pekerja diluar gaji yang mereka terima.

Sementara, untuk ketersedian bahan baku sendiri pihaknya tidak pernah kekurangan karena bahan-bahan tersebut bisa kami dapatkan dari Daerah Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Sungai Geringging, Padang Alai, Maninjau, bahkan di daerah Kabupaten Padang Pariaman buah Pala ini banyak ditanam dengan hasil yang melimpah.

Beliau juga menjelaskan bahwa untuk buah yang bagus disuling itu adalah buah pala yang berukuran kecil-kecil dan muda juga bunga pala yang berwarna putih, sehingga minyak pala yang dihasilkan dari penyulingan tersebut berkualitas baik dan mempunyai aroma yang khas.

Untuk sekali masak minyak pala tersebut bisa memakai sembilan atau dua belas ketel (nama tempat untuk penyulingan minyak pala) tergantung dari banyaknya bahan yang datang.

Satu ketel tersebut bisa memuat 275 kilogram buah pala dan 25 kilogram bunga pala, jadi sekali masak satu ketel tersebut bisa menampung 300 kilogram bahan minyak pala, sedangkan untuk minyak yang dihasilkan dari satu ketel tersebut adalah sebanyak 30 kilogram.

Proses penyulingan sendiri  dilakukan dengan metode penguapan, dan membutuhkan waktu 2x24 jam untuk memasaknya untuk mendapatkan hasil minyak yang baik, dengan pekerja sebanyak enam orang mereka harus gantian dua shift  dalam melakukan proses penyulingan yang memakan waktu lama tersebut.

Pada sistem ini bahan baku tidak kontak langsung dengan air maupun api namun uap bertekanan tinggi yang di fungsikan untuk menyuling minyak.

Prinsip kerjanya penyulingan ini adalah membuat uap bertekanan tinggi dalam broiler, kemudian uap tersebut dialirkan melalui pipa dan masuk ke ketel yang berisi bahan baku berupa pala yang sudah dihancurkan, dari bawah ketel tadilah uap ditolak keatas ketel sehingga memuai sampai di kolam pendinginan, sehingga minyak pala tersebut akan keluar di tempat penampungan minyak yang sudah di siapkan.

Tapi semenjak Tahun 2016 beliau tidak lagi mengerjakan penyulingan tersebut sendiri karena beliau dan temannya Rahmat merasa rugi kalau tetap memproduksi sendiri karena harga buah dan minyak yang sudah di suling tersebut harganya turun drastis, dan diambillah keputusan agar pabrik ini tetap bisa berjalan dan anggotanya bisa tetap bekerja maka sekarang beliau hanya mengambil upah penyulingan saja, dan upah hasil penyulingan tersebut masih bisa mencukupi biaya keluarga mereka.

Untuk pemasaran dari dulu sampai dengan sekarang ayang ipo sudah menjalin kerjasama dengan PT Danau Intan untuk membeli minyak pala yang beliau produksi. Berapa pun hasil produksi yang kami dapatkan PT. Danau Intan tetap menampung nya sesuai dengan kontrak kerjasama yang selama ini sudah kami jalin dengan baik.

Selain itu beliau juga sering diajak serta sebagai narasumber oleh masyarakat atau Dinas Pertanian tentang bagaimana cara penyulingan minyak pala yang baik, dan  bagi masyarakat yang membutuhkan bibit pala untuk ditanam juga beliau bisa membantu untuk mendapatkannya.

Beliau berharap semoga pabrik penyulingan minyak yang selama ini beliau kerjakan dengan sahabatnya Rahmat tetap berjalan dengan baik dan lancar, dan harga pala tersebut bisa kembali naik sehingga petani pala tetap bersemangat untuk bertanam dan mendapatkan hasil yang memuaskan sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga mereka.

Kontributor Pariaman: Almurfi Sofyan

Berita Terkait

Baca Juga