Ngaku Dijambret, Ibu Rumah Tangga ini Malah Diciduk Polisi

Ngaku Dijambret Ibu Rumah Tangga ini Malah Diciduk Polisi Foto: facebook Yuni Rusmini

Covesia.com - Jangan sekali-kali membuat laporan palsu di kantor polisi kalau tidak ingin masalah makin bertambah. Seperti yang dilakukan SN (22) seorang ibu rumah tangga (IRT) di Tenggarong.

Akibat membuat laporan palsu di Polsek Tenggarong, Sri harus berurusan dengan Tim Alligator Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara (Kukar).

Ya, ibu dua anak ini akhirnya ditangkap, Selasa (16/4/2019) kemarin siang oleh Tim Alligator yang dipimpin Kanit Opsnal Iptu Aksar dirumahnya yang berada dibilangan Jalan Ahmad Dahlan, Tenggarong.

“ Pelaku kami tangkap di rumahnya. Dia mengakui telah membuat laporan palsu di Polsek Tenggarong pada 8 April lalu,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi.

Laporan yang dilakukan SN ke Polsek Tenggarong itu terkait penjambretan. SN mengaku telah menjadi korban jambret oleh dua pria tak dikenal dan kehilangan uang sebesar Rp 30 juta di dalam tas saat melintas di Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sukarame, Tenggarong.

“ Itu bohong dan itu dibuktikan saat Tim Alligator bersama Unit Reskrim Polsek Tenggarong melakukan penyelidikan selama satu minggu di sekitaran TKP yang dimaksud. Bahkan dari keterangan sejumlah saksi, tidak ada kasus penjambretan disekitaran Jalan APT Pranoto itu,” tegas Kapolsek.

Sehingga, polisi meyakini kalau SN telah membuat laporan palsu dan langsung diamankan.

“ Dalam kasus ini, pelaku kami jerat dengan pasal 241 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun,” tegas Triyadi.

Untuk alasan SN membuat laporan palsu ini, karena SN telah menjual mobil milik orang tuanya yang ada dirumah. Sementara hasil penjualan mobil tersebut digunakan SN untuk melunasi hutang-hutangnya tanpa sepengetahuan orang tua dan suaminya.

“ Nah orang tuanya tahu kalau mobil telah dijual pelaku. Sehingga orang tuanya minta untuk dibelikan lagi. Tapi karena uangnya sudah tidak ada, akhirnya pelaku nekat membuat laporan palsu kalau uang hasil penjualan mobil itu telah dijambret,” urai Kapolsek.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga