Sekarung Surat Suara Ditemukan Dibawah Jembatan Di Kampar, Ini Penjelasan Bawaslu Tanah Datar

Sekarung Surat Suara Ditemukan Dibawah Jembatan Di Kampar Ini Penjelasan Bawaslu Tanah Datar Ilustrasi

Covesia.com – Penemuan 1 Karung surat suara di bawah Jembatan Salo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar, Minggu (14/04/2019), ditanggapi serius oleh Bawaslu Tanah Datar. Pihaknya langsung melakukan pengechekan dokumen dan data KPU Tanah Datar dan ditemukan tidak sinkronnya surat suara yang masuk tanggal 9 April 2018.

“Setelah mendapatkan informasi penemuan ini, kami langsung mendatangi kantor KPU Tanah Datar dan menemukan adanya ketidakcocokan surat suara yang masuk tanggal 9 April 2019 kemarin dari tim ekspedisi,” kata Hamdan, Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Datar ketika di konfirmasi Covesia.com.

Ketidakcocokan ini terlihat dari laporan berita acara dengan surat suara yang masuk secara fisik. Dari 8 jenis surat suara yang dinyatakan masuk dalam berita acara, ternyata ada 3 jenis surat suara yang belum masuk yaitu surat suara untuk DPD RI Sumbar, DPR RI Dapil Sumbar 1 dan DPRD Provinsi Sumbar Dapil 6.

“Yang tidak ada itu ada 3 jenis. Sedangkan lima jenis lainnya seperti Surat Suara unntuk Presiden dan Wakil Presiden, DPRD Kabupaten Tanah Datar dapil 1, 2, 3 dan 4 itu ada di kantor KPU,” kata Hamdan.

Ia juga mengatakan untuk jadwal 09 April 2019 ini, 3 jenis surat suara ini adalah surat suara pengganti yang rusak atau kurang setelah dilakukan penyortiran dan pelipatan surat suara oleh KPU. Namun dalam hal ini, Bawaslu dan Kepolisian juga perlu melakuan investigasi karena surat suara yang tercecer tersebut cukup banyak.

“Sekarang surat suaranya sudah disita oleh Bawaslu Kampar. Surat suara itu adalah surat pengganti yang rusak dan persediaan cadangan sebanyak 2 persen dari DPT-B. Namun untuk menindaklanjuti hal ini, perlu dilakukan investigasi bersama,” ucapnya.

Kemudian pada dokumen dan data KPU tanggal 13 April 2019, Bawaslu melihat memang ada kekurangan surat suara yang cukup banyak di KPU Tanah Datar. Namun hal tersebut ditanggulangi dengan cara meminta surat suara dari KPU Provinsi Sumbar untuk memenuhi kelengkapan surat suara.

“Sekarang kami melihat sudah tercukupi kebutuhan surat suara di Tanah Datar. Surat suara itu diminta dari KPU Provinsi tanggal 13 April 2019 malam,” ucapnya.

Walaupun sudah ada distribusi tambahan untuk memenuhi kekurangan surat suara dari KPU Provinsi ke KPU Tanah Datar, Hamdan mengaku pihaknya tetap akan menelusuri lebih dalam kejadian ini agar tidak terjadi kecurangan dalam pemilu 2019 di Tanah Datar.

“Tetap kami telusuri lebih dalam. Menginvstigasi beberapa data di KPU. Termasuk di lapangan nantinya. Kami ingin tidak ada kecurangan dalam pemilu 2019 ini di Tanah Datar. Termasuk pengawasan terhadap langkah yang akan diambil KPU terkait surat suara yang ditemukan di Kabupaten Kampar kemarin,” ucapnya.

(Hajrafiv Satya nugraha)

Berita Terkait

Baca Juga