Persiapan KPU Jelang Pencoblosan Sudah 98 Persen

Persiapan KPU Jelang Pencoblosan Sudah 98 Persen Komisioner Komisi Pemilhan Umum Republik Indonesia Viryan Aziz (Antara)

Covesia.com - Menjelang pencoblosan Pemilu serentak pada 17 April 2019, Komisioner Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Viryan Aziz menyampaikan persiapan KPU sudah mencapai 98 persen.

“KPU berikhtiar sebaik mungkin untuk menyiapkan pemilu ini tanpa ada kecurangan, menyiapkan pemilu ini dengan penuh integritas dan penyelenggaraan yang berintegritas,” katanya saat ditemui usai forum diskusi Hitung Mundur Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Menurut Viryan dalam segi logistik pemilu sudah sampai ke kecamatan setelah bergeser dari KPU kabupaten dan kota.

“Nanti akan ke kantor desa kelurahan. H-1 sudah harus wajib di 809.563 TPS seluruh Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut terkait SDM Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sedang dilakukan bimbingan teknis (bimtek) dan penambahan KPPS terhadap penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) setelah putusan.

Selain itu, menurut Viryan, mengenai peraturan pindah memilih yang untuk pertama kalinya dibatasi secara tegas oleh undang-undang dan keputusan Mahkamah Konstitusi sudah selesai sejak H-7.

“Setelah H-7 lalu sudah tidak bisa lagi ada kegiatan pindah memilih dalam kondisi apapun, yang bisa dilakukan adalah kembali ke daerah asal,” ujar Viryan.

Berikutnya tentang anggaran, Komisioner KPU tersebut mengaku sudah terpenuhi dan akan diadakan debat presiden dan wakil presiden terakhir.

“Demikian yang dapat saya sampaikan persiapan pemilu KPU di angka 98 persen,” lanjutnya.

Disisi lain, Viryan mengaku bahwa KPU masih mengalami beberapa kendala menjelang pemilihan presiden yang akan berlangsung beberapa hari lagi, salah satunya mengenai logistik karena terkendala cuaca.

“Untuk daerah tertentu masih berjuang untuk pendistribusian karena terkendala cuaca seperti Sulawesi, Papua, dan daerah di Indonesia Timur lainnya,” jelasnya.

Namun Viryan menjelaskan bahwa KPU tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut seperti berencana untuk meminta bantuan kepada pihak terkait yang bisa mempercepat proses pendistribusian. 

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga