Kasus Audrey Tanda Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter Belum Efektif!

Kasus Audrey Tanda Implementasi Kurikulum Pendidikan Karakter Belum Efektif Ilustrasi - ist

Covesia.com - Kasus perundungan yang dialami siswa SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, Audrey, bukan kasus pertama di kalangan pelajar. Pakar Pendidikan Universitas Negeri Padang, Dr. Abna Hidayati menilai implementasi kurikulum pendidikan karakter yang belum efektif, menjadi salah satu sebab masih timbulnya tindakan perundungan sesama peserta didik.

"Dari sisi implementasi, kurikulum pendidikan karakter belum efektif, salah satunya adalah efek multimedia," ungkap Sekretaris Prodi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, kepada Covesia, Kamis (11/4/2019).

Menurutnya, baik industri penyiaran televisi maupun internet tidak sepakat dengan dunia pendidikan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter pada anak dan remaja.

"Media internet dan televisi memiliki pengaruh yang cukup luas terhadap pembentukan karakter peserta didik," sebutnya.

Dalam konteks pendidikan berkarakter, lanjutnya, semua pihak baik sekolah, guru dan orang tua harus berperan. 

Sementara, dalam kasus bully, peran guru dalam mengedukasi anak di sekolah harus lebih intensif. 

Guru harus selalu memantau prilaku anak, karena terkadang bully justru dominan terjadi di lingkungan sekolah. 

Dia menambahkan, diperkirakan tingkat kenakalan remaja sekitar seperlimanya merupakan tindakan bullying.

Menurutnya, pada korban bullying secara psikologis efeknya akan teringat sampai dewasa.

Sementara, kasus yang telah sampai di ranah hukum ini sudah menjadi wewenang kepolisian untuk mendalami, baik dari sisi saksi dan korban.

"Jika memang masuk ke ranah hukum, maka biarkan saja pihak kepolisian yang menidaklanjutinya, hanya saja anak yang melakukan bully diberikan efek jera yang humanis, maksudnya dia jangan sampai dibully juga," jelasnya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga