Buya Masoed Abidin Apresiasi Capaian Pembangunan Era Jokowi

Buya Masoed Abidin Apresiasi Capaian Pembangunan Era Jokowi Buya Maseod Abidin

Covesia.com - Mantan Ketua MUI Sumbar Masoed Abidin mengapresiasi banyaknya capaian program pembangunan semasa pemerintahan Jokowi-JK, namun ironisnya informasi tersebut masih belum sampai ke semua lapisan masyarakat.

Melihat perjalanan pemerintah dalam kurung waktu empat tahun terakhir, imbuhnya, tentu semua menilai, ada yang dari sisi menilai kesamaan satu harga bahan bakar minyak (BBM) dan ada dari sisi bertambah panjang jalan di tanah air dan bidang lainnya.

"Jika sampai, apakah informasi mudah dicernah atau dipahami. Hal ini yang harus jadi perhatian,"ujarnya dalam Focus Grup Diskusi (FGD) yang digear Yayasan Harmoni Indonesia, di Padang, Jumat Malam (22/3/2019).

Ia mengatakan, pemilu suatu hal yang rutin saja, agenda sekali lima tahunan, bukan pula peristiwa yang istemewa. Namun, kenyataan sekarang begitu menjadi sesuatu yang luar biasa.

Kenapa suasananya menjadi sepeti sekarang yang bisa memicu tensi, menurut dia, terkait yang disoroti dan selalu dibahas di masyarakat, termasuk di media sosial terfokus kedua calon presiden/wakil presiden.

Padahal ada lima pemilihan yang diselenggarakan serentak, yang akan bekerjasama dengan pemerintah dalam melahirkan produk hukum untuk di generi ini.

Namun, tidak menjadi titik perhatian bagi publik dan jikapun ada sangat kecil ruang sorotan.

Buya, begitu sapaan akrabnya juga menyampaikan, bahwa di Sumbar punya budaya yang jelas, yakni arif, artinya "alun ta kilek, ala ta kalam", maknanya ada kelihatan jauh.

Kearifan itu dimulai dari alam ta kambang jadi guru, itulah yang dibaca oleh pemimpin di Sumatera Barat.

Kemudian ada karateristik kemimpinan di Minang, yakni 3T (tokoh, takah dan tageh). Tokoh, artinya tokoh yang mana, bekerja atau tidak. Takah dilihat dalam berpenapilan dan berpakaian dan tageh/tegas, yakni ketegasannya apakah tegas ngomong saja atau dalam tegas menjalankan tugas.

Ketua Harmoni Indonesia Firdaus Ali mengawali sesi diskusi terarah itu, mengatakan kegiatan diskusi diselenggarakan bagian dari kegiatan organisasi ini untuk turut mendorong daya saing menuju Indonesia terus bangkit. Bila hal ini terus dilakukan sehingga bisa menjadi bangsa yang besar.

Karenanya upaya program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah saat ini yang menumbuhkan daya saing mesti didukung, termasuk di Sumatera Barat.

Menurut dia, pembangunan yang diberikan ke Sumbar pada masa pemerintah Jokowi-Jk cukup banyak, meski pun dalam kalkulasi politik pada 2014 kalah suara.

Perhatian yang diberikan dalam kurun waktu empat tahun terakhir ini, tambah dia, suatu bukti Jokowi-JK tidak punya dendam politik, tapi malah yang ditunjukan sebaliknya dengan banyak program pembangunan dikucurkan ke Ranah Minang.

Jadi, sepatutnya masyarakat di Sumbar berterima kasih selama masa kepemimpinan Jokowi-Jk, kata dia, selayaknya untuk didukung agar program terus dilanjutkan.

(Don)

Berita Terkait

Baca Juga