'Leaving No One Behind', Tema Hari Air Sedunia Tahun ini

Leaving No One Behind Tema Hari Air Sedunia Tahun ini ilustrasi

Covesia.com - Hari Air Sedunia atau World Water Day diperingati setiap tanggal 22 Maret. Peringatan ini dideklarasikan untuk mengingatkan masyarakat umum atau dunia akan pentingnya air bersih sekaligus menyadarkan masyarakat untuk bersama-sama berjuang mengelola sumber air bersih yang ada. 

Peringatan Hari Air Sedunia merupakan peringatan yang diumumkan pada sidang umum PBB ke-47 pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. 

World Water Day atau Hari Air Sedunia merupakan perayaan tahunan dan sekaligus menarik perhatian masyarakat dunia mengenai pentingnya air bagi kehidupan dan penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Termasuk juga menghemat penggunaan air mengingat masih banyak daerah-daerah di belahan dunia ini yang masih sangat krisis air bersih, sekaligus mulai berkurangnya sumber air bersih.

Air adalah hal vital untuk kehidupan semua manusia. Berdasarkan situs resmi World Water Day, sekitar 2,1 miliar orang hidup tanpa akses air bersih di rumah. Padahal, air merupakan bagian dari hak asasi manusia. 

Setiap perayaan Hari Air Sedunia selalu dimunculkan tema-tema tertentu. Tahun ini peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2019 memiliki tema "Leaving No One Behind" yang artinya tak ada satupun kalangan yang tak dapat akses air bersih.

Ini juga merupakan agenda besar Sustainable Development Goal 6 (SDG 6), yaitu menargetkan ketersediaan dan keberlanjutan terhadap penggunaan air untuk semua kalangan di tahun 2030. Artinya, tak akan ada lagi orang yang tidak dapat mengonsumsi air bersih.

United Nation Water (UN Water) atau Progam Prioritas Air oleh Persatuan Bangsa-bangsa sebagai organisasi dunia yang fokus di bidang air dan sanitasi global, merilis 13 poster untuk memperingati Hari Air Sedunia. Dalam situs resmi World Water Day, UN Water ajak semua masyarakat untuk ikut memaknai pentingnya air untuk semua manusia tanpa terkecuali.

Hingga kini masih banyak orang yang tidak memiliki akses untuk air bersih. Banyak orang dari kelompok terpinggirkan seperti perempuan, anak-anak, pengungsi, masyarakat adat, orang cacat dan lain sebagainya, sering diabaikan dan mendapat diskriminasi saat mencoba mengelola air bersih yang dibutuhkan.

Penggunaan air bersih yang merata merupakan hak semua orang dan akses air yang mudah dapat menopang kesehatan masyarakat.

Dengan tema 'Leave No One Behind' semua orang diminta fokus pada orang-orang terpinggirkan yang belum mendapat akses air bersih. Sehingga tidak akan ada orang yang tertinggal dan tidak mendapatkan akses air bersih.

Di Indonesia masih banyak wilayah yang belum bisa menjangkau akses air bersih. Akses air bersih di Indoensia baru mencapai 72 persen hingga akhir tahun 2018.

Indonesia masih jauh dari target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiona (RPJMN) 2015-2019 yaitu seluruh masyarakat Indonesia harus memiliki akses air bersih.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga