Korupsi Ditubuh Parpol, Pakar Politik: Pentingnya Menentukan Suara dalam Pemilu

Korupsi Ditubuh Parpol Pakar Politik Pentingnya Menentukan Suara dalam Pemilu Mantan Ketum PPP, Romahurmuziy mengenkan rompi tahanan KPK usai dinyatakan tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kemenag (Detik.com)

Covesia.com - Baru-baru ini ketua umum partai politik kembali tersandung kasus korupsi. Terakhir Ketum PPP, Romahurmuziy alias Rommy terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dalam kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Sabtu (16/3) kemaren.

Sebelumnya sudah banyak politisi yang dicokok KPK, termasuk beberapa Ketua Partai, Seperti Anas Urbaningrum (Demokrat), Luthfi Hasan Ishaaq (PKS), Setya Novanto (Golkar).

Menanggapi fenomena tersebut, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai kondisi situasi politik di Indonesia dalam kondisi baik. Hendri merujuk dengan masih banyaknya ketum parpol yang masih bersih dan tidak tersandung kasus korupsi.

"Kondisi politik kita sebenarnya baik-baik saja, terbukti lebih banyak ketum parpol yang tidak berbuat dibandingkan dengan yang ketangkap. Sebenarnya ini menyangkut kepermasalahan personal, bagaimana menahan dalam mendapatkan pendanaan yang tidak sesuai dengan undang-undang," ujar Hendri Satrio kepada Covesia.com, Rabu (20/3/2019).

Untuk mencegah agar kasus serupa tidak terjadi, Hendri menekankan pentingnya pemilih dalam menentukan hak suara dalam pemilu.

"Apa yang harus kita lakukan dengan ini, kita hanya bisa berharap dan berdoa agar partai politik tidak lagi terjebak dalam hal ini (korupsi). Penting bagi kita dalam menentukan hak suara dalam pemilu nanti, agar mendapatkan pemimpin yang menurut kita benar-benar bersih," tutup Hendri.

(dnq)

Berita Terkait

Baca Juga