Penunjukan Suharso Tuai Protes, Elit PPP Siapkan Perlawanan

Penunjukan Suharso Tuai Protes Elit PPP Siapkan Perlawanan Suharsi (kiri) Foto: Detik.com

Covesia.cm - Salah satu agenda Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP ialah pengukuhan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa. Ketua DPP PPP Rudiman siap melakukan perlawanan!

Rudiman menyebut penunjukan Suharso sebagai Plt Ketum PPP melanggar AD/ART partai. Dia mengatakan Plt Ketum seharusnya dijabat salah satu Waketum.

"Bunyi AD/ART itu adalah, begini: Jika Ketua Umum berhalangan, maka hanya dapat, hanya dapat itu huruf besar, hanya dapat diganti oleh salah satu Wakil Ketua Umum. Karena ini kondisi dipaksakan, ini terjadi pelanggaran besar, jadi ini inkonstitusional. Jelas perintah AD/ART itu jelas sekali. Untuk, itu Pelaksana Tugas Ketua Umum itu harus diambil dari salah satu Wakil Ketua Umum. Itu AD/ART PPP berbunyi seperti itu" kata Rudiman kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Rudiman membeberkan agenda Mukernas yang salah satunya, katanya, ialah mengukuhkan Suharso Monoarfa. Dia menegaskan agenda Mukernas tersebut keliru dan dia akan melakukan protes.

"Jadi besok itu Mukernas akan dibuka untuk mengukuhkan Suharso itu keliru alias melanggar. Melanggar AD/ART. Saya orang yang protes sampai kapanpun juga saya akan mengawal ini bahwa ini adalah pelanggaran besar. Saya bersama teman-teman, baik dari pengurus harian maupun dari pengurus wilayah akan mengawal ini dan memprotes dan mengingatkan bahwa ini pelanggaran besar. Jadi ini kan fatwa, fatwa itu tidak diatur oleh Anggaran Dasar," kata Rudiman.

Fatwa yang dimaksud Rudiman ialah fatwa Majelis Syariah PPP dalam penunjukan Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum. Bagi Rudiman, jika PPP ingin selamat, AD/ART-lah yang harus diutamakan.

"Bawa ada Kiai besar kita, Mbah Moen, memberikan fatwa, menurut saya ini namanya memberikan kekeliruan kepada Mbah Maimoen untuk kepentingan sesaat. Jelas sekali, jelas. Jika PPP ingin kita besarkan, ingin kita selamatkan, harus kita tegakkan AD/ART," kata Rudiman.

Rudiman mengaku siap mengemban amanah sebagai Plt Ketum jika memang para Waketum PPP tidak bersedia. Dia siap mengawal proses Mukernas hingga terpilih ketum baru. 

"Jadi kemarin itu di dalam rapat PH hari Sabtu itu, saya mengatakan apabila di antara para Wakil Ketua Umum itu tidak bersedia untuk menjadi pelaksana tugas, maka saya siap sebagai Ketua DPP dan sebagai kader, siap untuk mengambil alih itu dan mengantar sampai Muktamar luar biasa dan untuk mengambil keputusan mengangkat kembali Ketua Umum" sebut dia.

Bahkan, Rudiman mengaku siap menjadi ketua umum. Apa alasannya? 

"Jadi artinya gini, syarat untuk menjadi Ketua Umum itu adalah menjadi pengurus baik di tingkat DPP DPW selama satu periode. Jadi siapa saja. Saya sendiri siap menjadi Ketua Umum," sebut Rudiman.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga