Teror Penembakan Terjadi di Belanda, Satu Dilaporkan Tewas dan Beberapa Luka-luka

Teror Penembakan Terjadi di Belanda Satu Dilaporkan Tewas dan Beberapa Lukaluka Layanan darurat menutup akses trem di Utrecht, Belanda, di mana satu atau beberapa penyerang menembaki penumpang sekitar pukul 10.45 waktu setempat, Senin (18/3). Sumber foto: twitter / john maes

Covesia.com - Setidaknya satu orang tewas dan sejumlah orang terluka dalam penembakan 'dengan kemungkinan motif teroris' di kota Utrecht, Belanda pada Senin (18/3/2019) pagi.

Pelaku diduga ada beberapa orang pria, mereka bersenjata melepaskan tembakan di sebuah trem di pusat kota sekitar pukul 10.45 waktu setempat pada Senin pagi, sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian, kata saksi mata, dikutip dari Covesia dari dailymail.co.uk. 

Polisi mengatakan satu atau beberapa penyerang masih bebas, dan sejak itu telah menginstruksikan semua sekolah, serta masjid dan pusat transportasi, di kota itu untuk menutup pintu.  

Tak lama setelah pukul 12.30 waktu setempat, pemerintah Belanda menaikkan tingkat ancaman terorisme ke tingkat tertinggi di provinsi Utrecht.

Rekaman video dari Utrecht hari ini menunjukkan polisi anti-terorisme bersenjata mengelilingi sebuah gedung tempat penyerang diyakini berada. 

Universitas Utrecht menutup akses masuk. Menurut situs berita Belanda NOS News, semua lalu lintas kereta ke Utrecht Central telah berhenti.

Koordinator anti-teror Belanda Pieter-Jaap Aalbersberg mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 'tingkat ancaman telah mencapai skala 5, khusus untuk provinsi Utrecht,' mengacu pada tingkat tertinggi. 

'Pelakunya masih dalam pelarian. Motif teror tidak bisa dikesampingkan,' katanya dalam pesan Twitter. Dia meminta warga untuk mengikuti indikasi dari polisi setempat.

Polisi militer Belanda telah diperintahkan untuk 'waspada ekstra' di bandara-bandara Belanda dan gedung-gedung vital karena perburuan polisi yang sedang berlangsung. 

Korban pertama dilaporkan oleh kantor berita ANP Belanda, yang menyatakan bahwa korban ditutupi selembar kain dan terbaring di rel antara dua gerbong. Tidak ada konfirmasi resmi langsung. 

Polisi sejauh ini berbicara tentang satu pria bersenjata tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan ada orang lain, kata kantor berita ANP mengutip polisi. 

Polisi Utrecht mengatakan sebuah alun-alun di sebuah stasiun trem di luar pusat kota telah ditutup, sementara layanan darurat tiba tempat kejadian. 

Para pejabat menambahkan bahwa helikopter trauma dikirim ke insiden pada 24 Oktoberplein, dan mereka meminta masyarakat untuk menjauh agar para responden pertama dapat melakukan pekerjaan mereka. 

Mereka tidak memiliki rincian lebih lanjut tentang insiden itu dan tidak bisa mengatakan seberapa parah korbannya.

“Beberapa tembakan dilepaskan di trem dan beberapa orang terluka. Helikopter medis ada di tempat kejadian dan tidak ada penangkapan telah dilakukan," kata juru bicara kepolisian Joost Lanshage.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyebut situasi itu "sangat mengkhawatirkan." 

Utrecht terletak sekitar 25 mil selatan Amsterdam di Belanda bagian tengah. 

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga