Tak Tahan Disodomi, Puluhan Santri Ponpes Al Ikhwan Sumut Kabur

Tak Tahan Disodomi Puluhan Santri Ponpes Al Ikhwan Sumut Kabur Oknum pimpinan Ponpes Al Ikhwan berinisial DI (53) yang diduga telah melakukan sodomi terhadap puluhan santrinya di Dusun 2 Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat Sumatera Utara. (antara)

Covesia.com- Puluhan santri Pondok Pesantren Al Ikhwan di Dusun 2 Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang,  Kabupaten Langkat Sumatera Utara melarikan diri dari pesantren karena diduga tak kuat atas pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren berinisial DI (53).

Menurut Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, dugaan kejahatan seksual terhadap anak (santri) ini terungkap ketika puluhan santri laki-laki, Senin 11 Maret 2019 pukul 19.00 WIB melarikan diri secara bersama-sama dari Ponpes Al Ihkwan.

Dalam peristiwa itu, kata dia, para santri ada yang pulang ke rumah dan ada juga yang melarikan diri ke kantor desa Serapuh ABC untuk minta pertolongan dari warga sekitar Ponpes.

"Informasi yang dihimpun oleh Tim Relawan Sahabat Anak Indonesia wilayah Langkat dan Kota Medan melaporkan bahwa sedikitnya ada 23 santri laki-laki mengaku menjadi korban dugaan kejahatan seksual dalam bentuk sodomi bahkan ada dari antara santri itu sudah disodomi berulang kali hingga tak terhitung banyaknya," papar Arist dalam keteranganya kepada Covesia.com, Kamis (14/3/2019).

Menurut Arist, Firman (bukan nama sebenarnya 16 tahun) kelas 2 Aliyah di Ponpes tersebut mengaku bahwa sebelum melarikan diri, para santri akan melakukan aksi untuk melaporkan perbuatan cabul oknum pimpinan Ponpes tersebut. Sayangnya, rencana tersebut diketahui oleh Ustad DI, tak tahu dari mana sumbernya.

Baca: Pimpinan Ponpes Al- Ikhwan Langkat Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Sodomi Puluhan Santri

"Mendengar rencana itu, Ustad DI akhirnya pada Senin 11 Maret 2019 para santri dikumpulkan semuanya pada siang hari tepatnya sehabis Sholat Dzuhur," jelas Arist mengulang kesaksian santri tersebut.

Menurut Arist, dari pengakuan santri tersebut, ada sekitar 50 santri yang dikumpulkan saat itu. Saat itu, DI mengatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada para santri.

"Saya minta maaf sama kalian semua atas perbuatan saya dan saya menyesal. Apa kalian tidak mau memaafkan Bapak. Apakah nggak kasihan kalian sama bapak. Saya menyesal atas perbuatan saya", ungkap Arist menirukan perkataan DI.

Terkait hal ini, Komnas PA bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Sumatera Utara, LPA Kabupaten, LPA Kota Medan dan Tim  Sahabat Anak Indonesia segera mengujungi Ponpes Al Ikhwan dan puluhan korban untuk diberikan layanan dan dampingan psikologis bagi korban.

Ia pun percaya bahwa pihak kepolisian dalam hal ini Kapolres Langkat, AKBP Dody Hermawan bisa bekerja cepat dan tepat demi penegakan hukum yang berkeadilan dan demi kepentingan terbaik korban.

Polres Langkat pun sudah melakukan penahanan terhadap DI yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap para santrinya.

(jon)




Berita Terkait

Baca Juga