Caleg PKS Diduga Pelaku Cabul di Pasaman Barat Terancam Pidana 20 Tahun Penjara

Caleg PKS Diduga Pelaku Cabul di Pasaman Barat Terancam Pidana 20 Tahun Penjara Ilustrasi - Pixabay

Covesia.com- Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa terduga pelaku pencabulan yang merupakan Calon Legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berinisial AH di Pasaman Barat Sumatera Barat bisa terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Sebagaimana dimaksud dalam ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  mendesak Polres Padaman untul yidak raguragu menjerat terduga pelaku AH menggunakan Pasal berlapis dari kedua ketentuan UU diatas, sehingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaan dan tuntutannya dapat menggunakaan Ketentuan dari kedua Undang-undang dengan tututan 20 tahun pidana penjara," kata Arist dalam keteranganya kepada Covesia.com, Rabu (13/3/2019).

Arist menjelaskan, hal ini mengingat AH adalah ayah yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap anaknya, namun justru merusak masa depan putri kandungnya maka hukuman pelaku dapat ditambahkan pula sepertiga dari pidana pokoknya sehingga pelaku dapat dihukum dengan atau hukuman pidana penjara seumur hidup.

Sebelumnya, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso melalui Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat AKP Afrides Roema, mengatakan pelaku dilaporkan oleh istrinya sendiri pada Kamis (07/03/2019) lalu.

"Terlapor itu berinisial AH Caleg PKS Dapil III Pasbar. Saat ini kami tengah menindaklanjuti laporan tersebut," kata AKP Afrides Roema.

Namun, kata dia, terlapor saat ini dikabarkan melarikan diri ke pulau Jawa. "Semua saksi-saksi dan informasi kita kumpulkan dulu. Kemudian juga kita pastikan keberadaan terlapor. Kalau memang kabur, kita buru keberadaannya," katanya.

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga