DPD RI: Keluarga Berperan Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

DPD RI Keluarga Berperan Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak Ilustrasi

Covesia.com - Anggota DPD RI Nofi Candra mempertanyakan pernyataan Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait terkait Sumatera Barat (Sumbar) masuk pada zona merah kekerasan seksual anak.

"Saya rasa semua daerah di Indonesia ini rentan kekerasan seksual anak, tapi kenapa Sumbar jadi sortan," tegas Nofi Candra kepada covesia.com, Rabu (13/3/2019).

Meskipun demikian, Nofi Candra mengungkapkan perlunya pengaplikasian falsafah yang terkenal di Minangkabau yaitu Adan Basandi Syara'-Syara' Basandi Kitabullah (Adan Bersendikan Agama-Agama Bersendikan AlQuran) atau yang lebih dikenal dengan istilah ABS-SBK.

"Menerapkan nilai adat dan budaya menjadi penting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak, khususnya di Sumbar," ujar Nofi Chandra.

Selain itu, imbuhnya, peranan orang tua sangat urgen dalam mengatasi persoalan ini. Karena dalam kesehariannya anak berada di lingkungan keluarga.

"Menjaga anak dengan baik dan terhindar dari praktik kekerasan seksual merupakan hal yang harus dilakukan para orang tua," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) menyatakan bahwa wilayah Sumatera Barat (Sumbar) masuk pada zona merah atau darurat kasus kekerasan seksual anak.

"Sehingga tidaklah berlebihan jika Sumatera Barat dapat digolongkan berada pada zona merah atau darurat kekerasan seksual terhadap anak," jelas Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait dalam keteranganya, Selasa (12/3/2019).

Menurut dia, hal ini berdasarkan data yang dikumpulkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Sumbar dan LPA Kota Padang atas peristiwa kejahatan seksual di Sumatera Barat yang menunjukkan angka yang terus meningkat. 

"Dari 229 kasus pelanggaran yang dilaporkan ke Unit PPA  di tahun 2018 menunjukkan kasus pelanggaran hak anak 52% , didominasi kasus kejahatan seksual. Dari laporan itu, ditemukan  pelakunya  adalah orang terdekat korban dan sebarannya merata antara di desa dan di kota di Sumbar," kata dia.

Baca: Sumbar Masuk Zona Merah Kekerasan Seksual Anak

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga