Diduga Aniaya Siswa, Oknum Guru di Mentawai Dipolisikan

Diduga Aniaya Siswa Oknum Guru di Mentawai Dipolisikan Foto: Mentawaikita.com

Covesia.com - Silvester Siripeibu (42) warga Dusun Kelak Bunda, Desa Malancan, Kecamatan Siberut Utara melaporkan guru SMPN 4 Malancan Pbrima Doriez atas dugaan kasus penganiayaan Petrus Wardiman (13) ke Kepolisian Resor Kepulauan Mentawai di Tuapeijat, yang dilansir dari laman mentawaikita.com, Selasa (12/3/2019).

Petrus Wardiman(13) adalah salah satu siswa SMPN 4 Malancan yang merupakan anak kandung dari Silvester Siripeibu, salah satu dari 15 orang siswa menjadi korban dugaan pemukulan oknum guru di SMPN 4 Malancan pada Sabtu,(23/2/2019) lalu.

Dari keterangan Silvester, Pbrima Doriez diketahui guru berstatus PNS yang pernah mengajar di Desa Madobag. “Pbrima Doriez itu pindahan dari Madobag juga pernah melakukan tindakan serupa kemudian pindah ke Malancan, sekarang kami ingin minta pindahkan dia dari Sikabaluan,” katanya.

Meski sudah diselesaikan secara adat (denda) namun Silvester Siripeibu tak puas dengan hasil kesepakatan karena pada waktu itu yang menghadiri adalah istri dari pelapor. 

“Meski sudah diselesaikan secara adat saya tidak puas dan membawa kasus ini pada proses hukum, dan kita sudah melapor serta laporan kita sudah diterima Polres Mentawai,” kata Silvester, pada Selasa, (13/2/2019) di Kantor Satreskrim Polres Mentawai.

Laporan tersebut telah diterima Polres Mentawai dengan nomor STPL : 11/I/2019/SPK-B yang terima oleh Briptu Rusdianto selaku piket atau anggota jaga.

Iptu Irmon, Kasat Reskrim Polres Mentawai membenarkan laporan tersebut sudah diterima, dan pada hari ini akan menuju langsung ke TKP. 

“Laporannya sudah kita terima, hari ini, Selasa, (12/3/2019 kami akan turun ke lokasi untuk menindak lanjuti laporan dugaan penganiayaan dari masyarakat ini,” katanya di Kantor Satreskrim.

Silvester sebagai orang tua korban bertekad melaporkan peristiwa tersebut karena tak tega melihat anaknya diperlakukan dengan tindak kekerasan apalagi mengalami luka oleh pihak lain. 

“Saya percaya ini akan diproses oleh polisis dan berharap ini dapat tuntas untuk keadilan,” katanya usai melaporkan kasus tersebut di Polres Mentawai.

(lif) 

Berita Terkait

Baca Juga