Siti Aisyah Bebas, ini Alasan Jaksa Cabut Dakwaan Pembunuhan Kim Jong-Nam

Siti Aisyah Bebas ini Alasan Jaksa Cabut Dakwaan Pembunuhan Kim JongNam Siti Aisyah (BBC World)

Covesia.com - Jaksa Malaysia mencabut dakwaan pembunuhan Kim Jong-Nam yang dijeratkan terhadap warga negara Indonesia (WNI), Siti Aisyah. Alasan pencabutan dakwaan ini masih misterius. 

Seperti dilansir covesia.com dari laman Detikcom, Senin (11/3/2019), jaksa Iskandar Ahmad tidak menyebut lebih jelas soal alasannya mencabut dakwaan pembunuhan terhadap Aisyah. 

Dalam putusannya di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, Senin (11/3), hakim Azmin Ariffin mengabulkan permohonan jaksa yang mencabut dakwaan pembunuhan yang sebelumnya dijeratkan terhadap Aisyah. Pengabulan permohonan ini berarti dakwaan terhadap Aisyah dicabut, bukan digugurkan.

"Sisi Aisyah bebas," tegas hakim Azmin. 

"Dia bisa pergi sekarang," imbuhnya.

Baca juga: Bebas Dari Hukuman Mati, Siti Aisyah Akan Dipulangkan ke Indonesia Hari ini

Jaksa Iskandar enggan menjelaskan alasannya mencabut dakwaan itu. Dia hanya menyatakan bahwa Aisyah kini bebas untuk meninggalkan Malaysia. 

Laporan menyebutkan bahwa jaksa diinstruksikan untuk mencabut dakwaan tersebut. Oleh siapa? Itu belum diketahui secara jelas. 

Dalam kasus ini, Aisyah bersama Doan Thi Huong yang seorang warga negara Vietnam, telah disidang sejak Oktober 2017. Keduanya terancam hukuman mati atas dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.

Keduanya didakwa mengusapkan gas saraf VX yang mematikan ke wajah Kim Jong-Nam di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari 2017. Kedua terdakwa telah menyangkal dakwaan pembunuhan yang dijeratkan terhadap mereka.

Keduanya sama-sama meyakini bahwa mereka terlibat dalam sebuah acara prank (lelucon) dan ditipu oleh sejumlah agen intelijen Korut, yang telah kabur ke negaranya.

Pada praktiknya, proses persidangan kasus ini berjalan lambat. Banyaknya jumlah saksi dan pelaksanaan sidang yang tidak rutin disinyalir menjadi pemicunya.

Agenda pembelaan yang seharusnya disampaikan Aisyah tahun lalu, terus diundur dan bahkan saat ini mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan.

Penyebabnya, pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyatakan jaksa tidak akan dipaksa untuk menyerahkan salinan keterangan tujuh saksi kasus ini. Pengacara Aisyah menyatakan dokumen keterangan saksi itu sangat vital, mengingat lima saksi di antaranya menghilang.

"Tanpa keterangan polisi, itu akan mengkompromikan pembelaan klien saya dan sama saja dengan kegagalan peradilan," ucap Gooi pada awal Januari tahun ini.

(dtc)

Berita Terkait

Baca Juga