Bawaslu Minta Emak-emak Tak Tergoda Money Politik

Bawaslu Minta Emakemak Tak Tergoda Money Politik Foto Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita saat melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan sejumlah ormas perempuan di Flom Mitra Lubuk Sikaping, Sabtu (23/02/2019).

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, Sumbar menegaskan agar kaum ibu atau Emak-emak yang ada di daerah itu tidak tergoda akan rayuan sejumlah uang tunai atau barang yang termasuk bentuk pelanggaran money politik saat akan memberikan hak pilih pada pemilu 2019 ini.

Ketua Bawaslu Pasaman, Rini Juita mengatakan saat menjelang hari pencoblosan ini sangat rentan para peserta pemilu menyasar emak-emak dengan memberikan penawaran untuk mencari dukungan baik di lingkungan pengurus PKK, GOW, Ormas Perempuan, Wirid Yasin maupun Bundo Kanduang.

"Kalau kita tidak hati-hati dan berfikir rasional pasti akan tergoda. Sebab modus para peserta pemilu ini beragam untuk menarik hati pemilih baik berupa uang, barang, atau sejenisnya menyasar masuk rumah-rumah warga yang dominan pemilih kaum ibu atau emak-emak. Padahal mereka yang semestinya Bundo Kanduang yang kita ketahui dalam Adat Minangkabau kedudukannya sangat hormat di masyarakat semestinya patut jadi contoh dan teladan,"ujar Rini Juita didampingi Refki Mukhliza saat menyampaikan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan sejumlah ormas perempuan di Flom Mitra Lubuk Sikaping, Sabtu (23/02/2019).

Namun kata Rini Juita, ada sebuah paradigma yang masih berkembang di masyarakat semestinya sudah patut dirobah seperti karakter pemilih yang meminta imbalan tertenttu untuk mau memilih. Sebab kata dia, masih sedikit masyarakat yang berfikir untuk mau meluangkan waktunya beberapa menit di bilik suara untuk memberikan hak pilih.

"Sebuah paradigma yang sudah menjadi budaya dilingkungan masyarakat yaitu mengukur sebuah pilihan dengan imbalan. Kalau saya pilh, saya dapat apa? Atau anda berikan apa? Pemilih seperti Ini masih banyak ditemui. Sehingga peserta pemilu berfikir mau tidak mau akan membuat kerjasama dengan pemilih untuk itu. Nah, ini semestinya peran kita semua khususnya emak-emak, baik dirumah tangga maupun di komunitas dan organisasi perempuan disampaikan pencerdasan untuk merubah paradigma itu,"harapnya.

Komisioner Bawaslu, Mesrawati juga mengatakan bahkan para peserta pemilu juga sangat rentan masuk kedalam acara Wirid Yasin melakukan kampanye dan membagikan sejumlah barang kepada kaum Emak-emak.

"Kalau ada peserta pemilu yang nekat seperti ini, segera laporkan ke Bawaslu. Karena kami yakin dan percaya bahwa dengan terjalinnya kerjasama pengawasan partisipatif ini akan sangat memudahkan terwujudnya pengawasan pemilu yang baik di Pasaman. Sebab hampir tiadak ada lagi seluruh segmen masyarakat yang kita lakukan sosialisasi dan mengajak melakukan pengawasan partisipatif,"kata Mesrawati.

Sementara Komisioner Bawaslu, Kristian juga mengharapkan semestinya kaum Ibu juga hadir secara bersama lakukan pengawasan proses pencoblosan hingga penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) guna meminimalisir kecurangan pemilu.

"Saat ini kan sangat trennya kaum ibu ini disebut kaum Emak-emak. Makanya kami harapkan Emak-emak di Pasaman jadilah mitra Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang Luber dan Jurdil untuk tatanan Demokrasi Indonesia yang baik. Sebab suara dan gerakan emak-emak seperti ini diharapkan mampu menjaga kondusifitas pesta demokrasi di daerah kita,"tutupnya.

(Heri)

Berita Terkait

Baca Juga