Duski Samad: Kasus Robi Alhalim 'Warning' Bagi Seluruh Pondok Pesantren

Duski Samad Kasus Robi Alhalim Warning Bagi Seluruh Pondok Pesantren Suasana di Kamar Jenazah RS M. Djamil Padang, Senin (18/2/2019)(Foto: Covesia/ Fadil Mz)

Covesia.com - Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Prof. Duski Samadt ikut prihatin atas kasus penganiayaan Robi Alhalim yang dilakukan temannya sesama santri di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Padang Panjang beberapa waktu lalu.

Diketahui, Robi Alhalim meninggal dunia pada Senin (18/2), di RSUP Dr.M.Djamil Padang usai dianiaya belasan temannya sesama santri.

Baca juga: Santri Pesantren Nurul Ikhlas Korban Pengeroyokan Hembuskan Napas Terakhir

"Kita prihatin atas kasus yang menimpa Robi Alhalim. Ini menjadi peringatakan (warning) tidak hanya pesantren Nuruk Ikhlas, namun juga pondok pesantren lain," ujarnya kepada Covesia.com, Rabu (20/2/2019).

"Pimpian pondok pesantren tentu bertangung jawab dan berempati kepada orang tua korban," terang Guru Besar ilmu pemikiran Islam di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Padang itu.

Sedangkan untuk penegakkan hukumnya, Duki berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dalam mengusut kasus tersebut.

"Aparat hukum diminta untuk mengusut kasus secara profesional dan mempertimbangkan edukasi dan hukum sesuai aturan," pungkasnya.

Robi meninggal dunia, Senin (18/2/2019) pagi, setelah tak sadarkan diri lebih dari sepekan. Penyidik telah memerikasa 17 anak pelaku dan 5 orang saksi dari pihak pondok pesantren yang terdiri dari ustaz, wali kamar, dan pengawas pondok pesantren. 

Dalam pemeriksaan terungkap, penganiayaan berlangsung selama 3 hari, dimulai sejak Kamis (7/2/2019), Jumat (8/2/2019) kemudian Minggu (10/2/2019) di salah satu kamar gedung Asrama Musa. 

(dnq)

Baca juga: Selidiki Kasus Penganiayaan Robi Alhalim, Polisi Geledah Ponpes Nurul Ikhlas

Berita Terkait

Baca Juga