Kronologi Siswi SMA Cedera Tulang Ekor karena Kursinya Ditarik

Kronologi Siswi SMA Cedera Tulang Ekor karena Kursinya Ditarik Foto sang anak yang mengalami cedera tulang ekor. (Foto: Facebook/Ibnu Yahya)

Covesia.com - Seorang anak Sekolah Menengah Atas (SMA) di Brebes, Jawa Tengah, dikabarkan mengalami cedera tulang ekor setelah kursinya ditarik oleh teman sekolah. Kisahnya viral setelah sang ayah, Ibnu Yahya (41), bercerita di Facebook.

Dikutip covesia.com dari laman detikHealth, Ibnu mengaku cerita bermula ketika sang anak berdiri membereskan buku-buku di mejanya saat pergantian jam pelajaran pada Selasa lalu (12/2). Entah disengaja atau tidak salah satu teman lalu menarik kursi yang menyebabkan sang anak jatuh keras ke lantai dalam posisi duduk.

"Spontan anak saya jatuh ke lantai posisi duduk, sempat kesakitan enggak sadar. Akhirnya teman-temannya panik dibawa ke UKS terus dibawa ke puskesmas," kata Ibnu.

Tidak lama anak dirujuk ke rumah sakit karena kurangnya peralatan pendukung di puskesmas seperti rontgen. Pihak sekolah langsung memberitahu Ibnu kondisi anaknya yang tengah dirawat kesakitan tidak bisa duduk.

Ibnu yang bekerja sebagai perajin mebel langsung kembali ke rumahnya bersiap untuk menemani anak di rumah sakit.

"Jadi dia berbaring saja seharian itu enggak bisa duduk. Diangkat saja kesakitan terus pusing sampai pengen muntah," ungkap Ibnu.

"Sampai di rumah sakit dokter bertanya ini kenapa? Jatuh pertama duduk terus tergeletak... Kejadiannya mungkin ringan tapi buntutnya panjang. Saya waktu itu shock karena enggak bisa ngebayangin kalau misalnya anak saya harus seperti ini," lanjutnya.

Hingga kini sang anak menurut Ibnu belum bisa kembali bersekolah karena rasa nyeri tulang ekornya belum benar-benar pulih. Dokter baru memberikan obat pereda nyeri sambil menunggu hasil diagnosa sebelum melakukan tindakan.

"Sampai hari ini terpaksa saya tarik pulang karena jujur saya pekerja buruh ada masalah pribadi. Jadi lima hari nunggu di rumah sakit sendirian harus mencari orang, akhirnya anak saya bawa pulang," katanya.


"Rawat jalan baru dikasih obat-obat nyeri. Di rumah berbaring, pelan-pelan sambil nyender. Harus istirahat lama kata dokter juga," pungkasnya.
(dtc)

Berita Terkait

Baca Juga