Tanda-tandanya Anda Punya Manajemen Keuangan yang Buruk

Tandatandanya Anda Punya Manajemen Keuangan yang Buruk ilustrasi

Covesia.com - Banyak yang tidak sadar kalau sebenarnya manajemen keuangan mereka bisa jadi buruk hingga baru menyadari ketika terlilit utang. Ya, salah satu tujuan orang mencari uang lewat bekerja maupun mendirikan bisnis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Untuk makan, bayar listrik, air, biaya sekolah anak dan segala keperluan lainnya.

Sayangnya, terkadang ada saja barang yang ingin dibeli, bahkan yang parahnya itu banyak keinginan yang seakan belum terpenuhi padahal sebenarnya kebutuhannya sudah cukup.

Hal itulah yang membuat banyak orang akhirnya terlilit utang. Hal itu juga yang menyebabkan hidupnya menjadi susah karena tidak memiliki manajemen keuangan yang baik.

Oleh karena itu keterampilan manajemen keuangan sangat penting dimiliki setiap orang. Manajemen keuangan di sini bukan cuma soal berapa gaji yang kamu terima tiap bulan dan bagaimana alokasinya.

Akan tetapi bagaimana kamu mengelola keuangan itu sendiri sehingga finansial kamu terencana dengan baik. Nah, apakah kamu sudah yakin kalau manajemen keuanganmu baik? Daripada bertanya-tanya, yuk langsung intip ciri-ciri manajemen keuangan yang buruk seperti di bawah ini:

1. Tagihan kartu kredit lebih tinggi daripada gaji bulanan

Kartu kredit seringkali dianggap sebagai penyelamat di saat kondisi genting. Misalnya saja untuk membayar tagihan rumah sakit atau membayar bengkel saat mobil tiba-tiba mogok di tengah jalan.

Sayangnya, kartu kredit seringkali digunakan dengan cara yang salah dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Karena itu, sebelum menggunakannya sebaiknya kamu pikirkan dengan baik-baik dan jangan menggunakan untuk membeli barang yang tidak penting hanya karena “lapar mata”.

Kalau seperti itu, siap-siap saja kamu terjebak dalam lilitan utang yang bikin sengsara di masa tua. 

2. Kerja bertahun-tahun tapi tidak punya tabungan

Kerja sudah bertahun-tahun, tetapi tetap tidak punya tabungan. Padahal teman-teman kamu yang lain sudah berlibur ke luar negeri atau mengendarai mobil.

Kalau seperti itu, tandanya kamu memang tidak bisa mengelola uang dengan baik. Karena itu, tidak ada salahnya kok untuk memaksakan diri menabung 10 persen dari gajimu saat ini setiap bulan. Meskipun kecil, tapi bisa membantu saat kamu kesusahan loh. 

3. Tidak mencatat detail pengeluaran

Mencatat detail pengeluaran sangat penting agar manajemen keuanganmu berjalan dengan baik. Pasalnya, manajemen keuangan tidak terbatas, jika kamu lupa mencatat pembagian untuk pengeluaranmu. Dan bisa saja ada yang terlewatkan kalau tidak dicatat.

So, siapa yang pernah mengalami akhir bulan uang menipis banget, atau malah belum akhir bulan uang sudah kembang kempis. Parahnya lagi, kamu tidak tahu kemana saja uang itu terpakai.

Nah, itu jadinya kalau lupa mencatat detail pengeluaran kamu. Soalnya, kamu akan merasa uangmu hilang begitu saja. Padahal, uangnya sudah kamu belanjakan untuk membeli sesuatu.

4. Tidak mau ketinggalan barang kekinian

Sudah tidak bisa dipungkiri kalau gaya hidup konsumtif sangat marak dilakukan para kaum milenial zaman sekarang. Membeli barang kekinian bahkan sudah seperti sesuatu hal yang wajib dilakukan. Hal itulah yang membuat kamu perlahan tapi pasti nyemplung ke jurang utang yang bikin susah sendiri.

5. Belum pernah menyisihkan pendapatan untuk orangtua

Tidak ada salahnya kalau kamu memberikan sesuatu berupa uang kepada orangtua. Bukan untuk balas jasa tapi sebagai bentuk ungkapan syukur. Kalau setiap bulan kamu merasa kesulitan menyisihkan pendapatan untuk orangtua, bisa dikatakan manajemen keuanganmu masih berantakan.

Nah, itu dia lima tanda yang membuktikan kalau sebenarnya manajemen keuanganmu itu masih berantakan banget. Bagaimana menurut kamu?

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga