BMKG: Informasi Prediksi Gempa Megatrust Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan

BMKG Informasi Prediksi Gempa Megatrust Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan Analisis gempa oleh Frank Hoogerbeets di situs ditrianum.org. Sumber: youtube/ ditrianum

Covesia.com - Menyoal pemberitaan terkait prediksi megatrust oleh peneliiti asal Belanda yang dipublis media online Inggris beberapa hari lalu--terkait gempa yang akan terjadi dengan skala di atas magnitude 6 atau 7--BMKG Stasiun Padang Panjang meluruskan informasi tersebut. BMKG menyimpulkan informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.  

Prediksi gempa yang dirilis oleh peneliti Belanda, Frank Hoogerbeets di situs ditrianum.org dan dilansir media Inggris express.co.uk memprediksi bahwa akan ada rentetan gempa yang melanda beberapa wilayah di bumi dengan skala 'Mega.' 

Media express.co.uk menukil, 'penyelarasan planet dimulai pada Hari Valentine (14/2/2019) "sedang dalam perjalanan." Uranus, Mars, Venus dan matahari semuanya dikatakan menarik-narik Bumi, terhubung untuk melepaskan 'getaran besar.' 

"Planet-planet akan memiliki tarik-menarik gravitasi di seluruh sistem tata surya kita dan akan menarik dari semua sisi di lempeng tektonik Bumi." demikian prediksi di situs web ditrianum.org, yang dijalankan Frank Hoogerbeets. 

Dia berkata, "Geometri bulan kritis di kemudian hari pada tanggal 10 dan awal 11 memiliki potensi memicu aktivitas seismik yang lebih besar, mungkin ke kisaran pertengahan 6 skala, mungkin bahkan lebih tinggi," urainya.

Secara spesifik, Frank memang tidak menyebutkan di mana tepatnya lokasi prediksi itu. Tidak banyak juga media di Indonesia yang mengutip informasi ini. 

Namun, informasi dari salah satu media daring yang merilis artikel terkait prediksi Frank itu, telah menyebar ke banyak orang, khususnya ke publik di Sumbar.  

"Mengaitkan informasi antara prediksi Frank Hoogerbeets dengan program pemasangan EEWS (Earthquake Early Warnins System) BMKG, itulah yang menimbulkan kesan seolah-olah prediksi itu mendekati benar," sebut Kasi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang Ma'muri saat dihubungi covesiacom di Padang, Jumat (15/2/2019).

Dalam keterangan persnya, Kepala BMKG Padang Panjang Irwan Slamet mengatakan, sampai saat ini, BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi presdiksi gempa bumi.

"Bahkan sampai sekarang belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat (kapan, di mana dan berapa kekuatannya)," katanya.

Dia menegaskan, pemasangan sensor EEWS merupakan program yang sudah direncanakan sejak lama. 

Terkait itu, BMKG mengimbau masyarakat tidak terpancing isu sekaitan informasi prediksi gempa tersebut. 

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga