BPBD Sumbar Pastikan Informasi Gempa Megathrust Akhir Februari Hoaks

BPBD Sumbar Pastikan Informasi Gempa Megathrust Akhir Februari Hoaks Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur. (Foto: M.Fadli MZ/covesia)

Covesia.com - Belakangan ini warga Sumatera Barat resah terkait informasi gempa Megathrust bakal terjadi di akhir Februari 2019. 

Menanggapi hal itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks dan masyarakat diminta tidak perlu panik terhadap isu tersebut. 

Menurut Rumainur, hingga saat ini belum ada ilmu yang bisa mengetahui kapan terjadinya gempa bumi, bahkan pembicaraan dengan pakar gempa tidak diketahui waktu yang tepat kapan terjadi gempa tidak pernah ada, meskipun potensinya tetap ada. 

"Tidak ada ilmu yang bisa menangkap dan menyatakan kapan terjadi namun potensinya memang ada, kemudian juga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Klas I Padang Panjang telah mengeluarkan rilis resmi dan menyatakan isu tersebut tidak benar," ujar Rumainur di Padang, Jumat, (15/2/2019). 

Menurut Rumainur, secara resmi isu tersebut sudah dibantah oleh BMKG, namun yang perlu diwaspadai adalah  berdasarkan penelitian dari tahun 2010 hingga 2011 potensi bencana gempa memang ada. 

"Kapanya tidak bisa dipastikan, yang penting diketahui oleh masyarakat adalah bagaimana evakuasi saat terjadi bencana, baik evakuasi keluarga atau mandiri, jika terjadi malam kita sudah tahu apa yang dilakukan," jelasnya.

Dalam rilisnya nomor: UM. 505/150/PPI/II/2019 BMKG menjelaskan bahwa, ramalan gempabumi tersebut tidak bisa dipertanggung jawabkan kemudian BMKG juga tidak pernah mengeluarkan prediksi gempabumi.

Selain itu, rencana pemasangan sensor EEWS merupakan program BMKG yang direncanakan sudah lama dan tidak ada kaitannya dengan isu kejadian gempabumi tersebut. 

(fdl)

Berita Terkait

Baca Juga