Sipir Rutan Lubuk Sikaping Palak dan Aniaya Napi

Sipir Rutan Lubuk Sikaping Palak dan Aniaya Napi Rutan Kelas II B Pasaman (Dok.Covesia)

Covesia.com - Oknum sipir Rutan Kelas II B Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Wendra, dilaporkan memalak dan memukul seorang warga binaan.

"Saya dipukul dan juga dipalak  sama dia kemarin," ujar Rahman Nasution, Nara Pidana (Napi) kasus kecelakaan lalu lintas, yang dijatuhi hukuman enam bulan kurungan itu kepada covesia.com, Jumat (15/2/2019).

Menurut kakak sepupu korban, Eko, keluarganya memberikan uang sebesar Rp 100 ribu untuk keperluan bagi rahman dalam Rutan. Namun diambil paksa pelaku

"Kita tentu tidak terima, korban juga dianiaya. Saya juga sudah melakukan visum di UGD RSUD Lubuk Sikaping sekitar pukul 15.00 WIB kemarin. Kasus ini bakal kita bawa ke ranah hukum,” ungkap Eko kesal.

Kronologis kejadian itu, kata Eko, pelaku Wendra yang bertugas pada Rabu (13/2) malam hingga Kamis pagi. Saat pergantian shift, entah apa yang terjadi, Rahman bersama salah satu napi lainnya dipanggil pelaku. Tahu-tahunya, ia meminta uang Rp100 ribu. Adik saya (korban) di bawah tekanan pun memberikan uang belanjanya. 

"Uang ini diambil pelaku, kemudian pelaku pun main tangan. Kepala adik saya dipukuli beberapa kali. Saya tegaskan, uang ini sudah pindah tangan dari tangan adik saya ke tangan pelaku,” kata Eko.

Sementara Kepala Rutan, Edi Kasman mengakui ulah anggotanya yang melakukan pemukulan dan meminta uang tersebut.

“Saya sudah mendidik petugas ini supaya tidak melanggar aturan. Sekarang ini terjadi, berani berbuat, berani tanggung jawab. Pada intinya, saya sangat menyayangkan hal ini terjadi dan saya serahkan semuanya kepada keluarga korban untuk proses visum dan tindakan penyelesaian selanjutnya,” tukas Edi.

(hri)


Berita Terkait

Baca Juga