Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Angka Penurunan Penumpang di BIM Terus Terjadi

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal Angka Penurunan Penumpang di BIM Terus Terjadi Tampak suasana di ruang tunggu keberangkatan di Bandara Internasional Minangkabau terlihat sepi, Rabu (13/2/2019). Foto: Covesia/ Primadoni

Covesia.com - Masih mahalnya harga tiket pesawat terbang dari Padang menuju daerah lain yang ada di Indonesia, sebabkan angka penurunan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terus terjadi.

Hal tersebut diungkapkan Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang BIM, Dwi Ananda Wicaksana saat ditemui di BIM, Rabu (13/2/2019).

Ia mengatakan untuk pergerakan pesawat di BIM saat ini mengalami penurunan dari 1 Januari 2019 lalu hingga sekarang, jika dilihat dari persentasenya minus 30 persen, yakni pada angka 60 hingga 70 pesawat perhari, biasanya berada pada angka 80 hingga 88 perhari.

“Kalau dari persentase penumpang mengalami penurunan minus 30 persen. Yaitu jika dirata-rata diangka 7ribu hingga 9ribu perhari. Itu jauh dibandingkan angka biasanya yang bisa mencapai 10ribu hingga 11ribu perhari," ungkapnya.

Walaupun ada penurunan, kata Dwi pelayanan dan SOP di BIM ini tidak ada dikurangi.

“Maupun penumpang sedikit atau banyak, operasional bandara tetap berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang dikurangi," sebutnya.

Selain itu, untuk penerbangan luar negeri tetap berjalan. Bahkan, tidak ada cancel. Kalau dilihat penumpang yang transit menuju pulau Jawa dari Kuala Lumpur memang sedikit meningkat, tapi belum bisa dikatakan ramai.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, untuk pengiriman melalui kargo, juga menurun pada angka 30 hingga 40 persen dari biasanya jika dilihat pada bulan yang sama pada tahun lalu.

"Jadi, kondisi ini baru berlangsung satu setengah bulan. Jika dibilang rugi dari segi pendapatan memang terjadi, persentase kerugiannya belum dapat dipastikan angkanya, sebab sekarang masih ada penurunan," pungkasnya.

(don)


Berita Terkait

Baca Juga