Wantimpres: Mari Tangkal Hoax dan Ujaran Kebencian demi Pemilu 2019 yang Sehat dan Bermartabat

Wantimpres Mari Tangkal Hoax dan Ujaran Kebencian demi Pemilu 2019 yang Sehat dan Bermartabat Seminar anti hoax yang diadakan oleh Forlop Cyber, yang dihadiri sekitar 450 peserta di salah satu hotel berbintang di Kota Padang, Minggu (10/2/2019)

Covesia.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto, sebutkan bahwa isu hoax saat ini telah sangat memprihatinkan, yang nantinya akan bisa menyebabkan perpecahan antar anak bangsa.

Hal ini diungkapkan Sudarto, dalam seminar anti hoax, yang bertemakan "Menangkal Hoax dan Berita Bohong Demi Pemilu 2019 yang Sehat dan Bermartabat" di salah satu hotel berbintang di Kota Padang, Minggu (10/2/2019), yang diadakan oleh Forum Lintas Ormas Pendukung (Forlop) Cyber.

"Oleh sebab itu, isu hoax tersebut harus dilawan semua pihak karena bisa menghancurkan dan memecah belah bangsa, dengan cara memancing masyarakat ingin mencari tahu sendiri kebenarannya. Serta dengan adanya undang-undang dalam pencegahan berita hoax tersebut," ungkap Sudarto

Ia mengatakan, apalagi sangat prihatin dengan isu yang tersebar terhadap presiden Jokowi yang beredar hoax terhadapnya yang mengatakan ia merupakan anti islam atau anggota Partai Komunis Indonesia, karena ketika jadi Imam Salat Jokowi memiliki lafal yang baik yang jelas telah dipelajari semenjak kecil.

"Bahkan dikatakan China, lihat saja wajah pak Jokowi yang sangat Jawa. Mana mungkin beliau dari China," kata dia.

Kemudian Sidarto mengatakan, Capres Nomor Urut 01, Joko Widodo memang sudah menjadi sosok yang sederhana semenjak menjadi calon Wali Kota Solo.

"Bahkan setelah menjadi presiden juga seperti itu tetap menjadi sosok yang sederhana," katanya.

Ia menjelaskan hoax yang disebarkan merupakan bentuk ketidakmampuan dari pihak lain untuk mencari kesalahan dari pemerintah yang sangat baik saat ini.

"Berita seperti ekonomi terus saja digoreng, ini jelas bentuk cara ketidakmampuan dari pihak lain untuk mengimbangi bapak Jokowi. Kalau rupiah saat ini sudah bisa kita jaga di bawah Rp15 ribu," ujarnya.

Mereka yang ditangkap saat ini, kata Sudarto, tidak dikriminalisasi tapi memang perbuatan mereka itu kriminal yang menyebarkan telah menyebarkan hoax. 

"Kalau tidak ditangka dan diproses sampai kapan hoaks ini dibiarkan terus?," katanya lagi.

Sementara itu, Staff Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Firdaus Ali mengatakan, walaupun sering menerima fitnah dan ujaran kebencian terhadap dirinya, presiden Jokowi tidak pernah memiliki niat untuk membalas hoax yang disebarkan oleh lawan politiknya.

"Banyak isu yang tersebar di tengah masyarakat. Tapi, Jokowi tidak pernah ingin membalas itu. Padahal beliau memiliki kekuatan yang bisa membalas itu," ujarnya.

Terkait hutang, katanya, selama empat tahun pemerintahan Jokowi menambah hutang 1.644,23 triliun tapi juga membayar 1.600 triliun hutang. Dengan itu, Jokowi sudah membangun banyak infrastruktur seperti pembangunan embung, jalan, dan hal lainnya. 

"Bahkan dalam pemerintahan 4 tahun terakhir pembangunan melebihi 10 tahun kepemimpinan sebelumnya. Di zaman bapak Soeharto pun bisa dibandingkan," katanya.

Ia mengatakan, bagi masyarakat Minangkabau yang mendukung Jokowi, jangan pernah takut menyebarkan kebenaran dalam mendukung Jokowi. Bahkan, untuk kampanye pun jangan takut untuk bersuara.

(don)


Berita Terkait

Baca Juga