Hasil Lebih Menjanjikan, Petani di Agam Alihkan Padi ke Tanaman Jagung

Hasil Lebih Menjanjikan Petani di Agam Alihkan Padi ke Tanaman Jagung Lahan pertanian Jagung di Kabupaten Agam (Foto: Covesia/ Johan)

Covesia.com - Hasil yang menjanjikan dan proses lebih mudah, masyarakat kabupaten Agam, Provinsi Sumatera (Sumbar) banyak beralih bertanam jagung.

Salah seorang petani di Kecamatan Lubuk Basung, D St Mudo, (41) mengatakan, untuk 4 tahun terakhir ia sudah beralih dari padi menjadi jagung, hal tersebut dikarenakan proses bertanam dan pemeliharaan  jagung lebih mudah dari padi.

"Jagung tidak membutuhkan banyak perawatan seperti padi, memberikan pupuk secara berkala, membersihkan dari rumput dan tidak membutuhkan air yang banyak seperti padi, selain itu biaya yang dikeluarkan lebih sedikit namun hasil yang didapatkan lebih memuaskan," ujarnya saat dikonfirmasi Covesia.com, Jum'at (8/2/2019).

Dijelaskannya dalam 1 hektare, untuk pembersihan lahan, pembelian dan upah menanam bibit serta pemupukan tidak menghabiskan modal Rp10 juta, sementara itu dalam 1 hektare D st Mudo bisa  menghasilkan, 9 sampai 12 ton jagung. 

"Untuk 1 Kg jagung kering saat ini dibeli tengkulak dengan harga Rp5.500 jadi saat panen bisa mendapat untung 3 kali lipat," jelasnya.

Hal itu dibenarkan Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Agam, Zufren, saat ini minat masyarakat bertanam jagung sangat tinggi, dan tiap tahunnya luas lahan semakin bertambah, baik pengolahan lahan tidur atau mengalihan dari sawah. 

"Tahun 2018 tercatat luas lahan kebun jagung di Agam mencapai 15.816 hektare, bertambah dari tahun sebelumnya hanya 14 ribuan hektare," jelasnya.

(han)


Berita Terkait

Baca Juga