Larang Bupati Hadiri Tabligh Akbar Ma'aruf Amin, Bawaslu: Bentuk Pencegahan Pelanggaran Pemilu

Larang Bupati Hadiri Tabligh Akbar Maaruf Amin Bawaslu Bentuk Pencegahan Pelanggaran Pemilu Saat Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi berbicara dengan komisioner Bawaslu Payakumbuh, Suci Wildanis di depan Gor M Yamin. (Hajrafiv Satya Nugraha/Covesia.com)

Covesia.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh Sumatera Barat menjelaskan bahwa teguran kepada Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi untuk tidak menghadiri acara Tabligh Akbar Ma’ruf Amin merupakan bentuk pencegahan.

"Apa yang kami lakukan itu sebagai bentuk pencegahan. Pasalnya, dalam SOP penindakan sebuah pelanggaran tahap-tahap pemilihan umum, ada tahap pencegahan,” kata Kepala Bawaslu Kota Payakumbuh, M. Khadafi kepada Covesia.com, Kamis (7/2/2019) malam. 

Ia menjelaskan, didalam PP No 32 tahun 2018 pasal 35, 36 dan 38, kepala daerah tidak boleh menghadiri atau terlibat dalam kegiatan kampanye politik di hari kerja. Kecuali Kepala Daerah tersebut mengajukan cuti.

Namun, kata dia, kejadian dilapangan saat Bupati Limapuluh Kota datang ke Gor M. Yamin Kubu Gadang, yang bersangkutan sudah masuk sampai ke halaman dengan berjalan kaki.

Sebelum sampai di pintu masuk utama, jelasnya, salah seorang komisioner Bawaslu, Suci Wildanis langsung menghampiri yang bersangkutan untuk mempertanyakan maksud dan tujuan kedatangan Bupati Irfendi Arbi.

Menurut Khadafi, keduanya langsung berjalan keluar halaman Gor dan berbicara di tepi jalan raya. Selama pembicaraan berlangsung, menurut dia, keduanya mendapatkan perhatian dari orang disekitar. 

“Selama melangsungkan pembicaraan ini, anggota saya (Suci) menjelaskan aturan-aturan dan resiko jika Bupati tetap ingin ikut acara Tabligh Akbar ini. Pasalnya, Rabu (06/02/2019) kemarin ada surat masuk yang menyatakan Ma’ruf Amin itu berkampanye di Gor M Yamin. Dan hal itu terbukti dengan beberapa kali Ma’ruf Amin membahas soal Pemilu. Kemudian tentang Jokowi bersama dirinya untuk bisa menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” katanya. 

Khadafi pun membantah adanya pengusiran kepada bupati. Pasalnya, jelas dia, pembicaraan dilakukan secara santai, sesekali bercanda dan tertawa. 

Namun, karena menjadi pusat perhatian, banyak yang beranggapan apa yang dilakukan oleh Bawaslu adalah pengusiran. Pasalnya, Bupati telah datang sebelum acara dimulai tetapi tidak diperbolehkan oleh Bawaslu untuk menghadirinya. 

“Mungkin karena menjadi pusat perhatian, makanya disangka sebagai bentuk pengusiran. Lagi pula di beberapa media yang memuat berita tersebut, tidak ada statement tegas dari saya dan Bawaslu Kota Payakumbuh sebagai bentuk pengusiran pada isi berita,” sebut Khadafi.

Ia menyebut apa yang dilakukan Bawaslu merupakan tindakan pencegahan agar Bupati tidak tersandung tindak pidana Pemilu. Belum sampai pada penindakan. Adapun, tegas dia, langkah penindakan akan dilakukan jika Bupati tetap bersikeras hadir dalam acara Tabligh Akbar Ma’ruf Amin. 

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha


Berita Terkait

Baca Juga