Mantan Politisi Belanda yang Anti-Islam Kini jadi Mualaf

Mantan Politisi Belanda yang AntiIslam Kini jadi Mualaf Foto: Istimewa

Covesia.com - Banyak teman dan koleganya yang terkejut. Mantan politisi Belanda sayap kanan Joram van Klaveren menyatakan telah masuk Islam. Padahal ia dulunya anggota partai PPV Geert Wilders, yang dikenal sebagai anti Islam.

Dilansir covesia.com dari laman detik.com, Kamis (7/2/2019), Joram van Klaveren adalah mantan anggota parlemen sayap kanan Belanda dan tangan kanan politisi anti-Islam Geert Wilders. Kini van Klaveren mengungkapkan bahwa ia telah memeluk agama Islam. Dia dulu dikenal karena mengatakan bahwa Islam adalah "kebohongan" dan Al-Quran adalah "racun."

Selama bertahun-tahun, saat menjadi anggota parlemen untuk Partai Kebebasan Wilders (PVV), Joram van Klaveren melakukan kampanye tanpa henti di Majelis Rendah melawan Islam di Belanda.

Pada waktu itu, menurut harian Algemeen Dagblad (AD), "garis keras memohon untuk melarang burqa dan minaret, dengan mengatakan 'kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin di Belanda.'"

Namun, van Klaveren yang berusia 40 tahun mengatakan bahwa ia telah mengubah pikirannya saat menulis buku anti-Islam. Selasa (05/02), ia mengatakan kepada NRC Handelsblad, bahwa isi bukunya justru "menjadi bantahan atas keberatan yang dimiliki non-Muslim" terhadap agama Islam.

Dalam wawancara dengan Tijs van den Brink di NPO Radio 1, van Klaveren menjelaskan perubahan hatinya.

"Jika Anda percaya bahwa ada satu Tuhan dan bahwa Muhammad adalah salah satu nabi, selain Yesus dan Musa, maka Anda secara resmi adalah seorang Muslim," kata van Klaveren.

Dalam wawancara tersebut, NRC menambahkan bahwa van Klaveren masuk Islam 26 Oktober tahun lalu, menjelang rilis bukunya yang berjudul: Murtad: Dari Kristen ke Islam di Masa Teror Sekuler.

Berpisah dengan Geert Wilders

Van Klaveren dibesarkan dalam lingkungan Kristen Protestan dan Kristen Ortodoks. Ketika ditanya bagaimana perasaan istrinya tentang hal itu, van Klaveren mengatakan kepada NRC bahwa dia baik-baik saja.

"Istri saya menerima bahwa saya seorang Muslim. Jika saya bahagia, ia tidak akan menghentikan saya. Kebetulan, ia tidak pernah menentang Islam seperti saya. Ia kurang senang bahwa saya bersama PVV. Tapi ini perjalanan kamu, ujarnya. "

Van Klaveren berpisah dengan Wilders tahun 2014 setelah komentar kontroversial pemimpin PVV tahun itu ketika menanyakan kepada para pendukung apakah mereka menginginkan "lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko di kota Anda dan Belanda."

Wilders dinyatakan bersalah pada tahun 2016 atas tuduhan diskriminasi. Hukuman saat ini sedang dalam proses naik banding.

Sekitar lima persen dari populasi Belanda yang berjumlah 17 juta orang adalah Muslim - sekitar 850.000 orang, menurut Biro Pusat Statistik Belanda (CBS).

Meskipun Wilders menentang Islam, agama ini terus berkembang. Para ahli memperkirakan jumlah itu akan berlipat ganda pada tahun 2050.

(lif/dtc)

Berita Terkait

Baca Juga