115 Gempa Terjadi di Mentawai, Sumbar Harus Lebih Siap Hadapi Gempa dan Tsunami

115 Gempa Terjadi di Mentawai Sumbar Harus Lebih Siap Hadapi Gempa dan Tsunami Kepala BNPB, Doni Monardo saat mengunjungi Kota Padang, Sumatera Barat dalam menghadari Rakor Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Provinsi Sumbar, Rabu (6/2/2019) (Foto: Doni Syofiadi/Covesia)

Covesia.com - Kepala Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo menegaskan Pemprov Sumatera Barat beserta Pemerintah Kota dan Kabupaten harus lebih siap dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan Tsunami.

Diketahui wilayah Sumbar saat ini tengah dibayangi ancaman bencana gempa dan tsunami dari patahan Lempeng Indo Australia dan Lempeng Eurasia yang dikenal dengan Zona Megathrust. Pada Sabtu (2/2) hingga Minggu (3/2) kemaren terlah terjadi gempa sebanyak 115 kali yang berasal dari Patahan tersebut.

"Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota kedepannya kita harus lebih siap lagi, apalagi kita sudah tahu bahwa telah terjadi kegempaan sebanyak 115 kali di wilayah Mentawai," ujar Doni Monardo usai menghadiri Rapat Koordinasi Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Padang, Rabu (6/2/2019).

"Di luar itu juga kita melihat Sumatera Barat ini termasuk wilayah memiliki hampir semua potensi bencana. Mulai dari vulkanologi seperti Gunung Marapi, Gunung Talang dan Gunung Kerinci, patahan Lempeng Semangka, Megathrust Mentawai serta siklus tahunan (hidrometeorologi) seperti bencana banjir dan tanah longsor. Ini menjadikan kita ke depannya harus lebih siap," terang Kepala BNPB yang juga merupakan perwira tinggi TNI-AD itu.

BNPB dalam menghadapi potensi bencana gempa dan tsunami dalam skala besar itu, pihak telah bekerjasama dengan pemerintah daerah, pakar dan akademisi dan para ulama dalam penanganan bencana tersebut.

"Kita sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah, para pakar dan akademisi, serta komunitas dan para ulama, dengan harapan mitigasi dan penanganan bencana dapat berjalan dengan maksimal," kata Doni.

BNPB juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih menguasai progam-program sosialisasi kesiapsiagaan bencana yang diberikan pemerintah.

(dnq)

Baca juga: Gempa 6.0 SR di Mentawai, Jalan Retak dan Mercusuar Roboh

Berita Terkait

Baca Juga