Pengamat: Jokowi dan Prabowo Sama-sama Berpeluang Dongkrak Elektabilitas

Pengamat Jokowi dan Prabowo Samasama Berpeluang Dongkrak Elektabilitas Ilustrasi

Covesia.com - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengungkapkan, masing-masing capres dan cawapres sama-sama memiliki peluang untuk mendongkrak elektabilitas sehingga bisa menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April mendatang.

Menurutnya, debat capres yang sudah digelar satu kali pada 17 Januari lalu dan masih tersisa empat kali lagi memiliki pengaruh yang besar dalam mendongkrak elektabilitas masing-masing calon.

"Debat pasti mempengaruhi elektabilitas capres, kan ada beberapa kali, dan siapa yang menguasai debat itu, besar kemungkinan ia mendapatkan tempat di hati masyarakat dan kemudian dipilih sebagai presiden," ungkap Hendri kepada covesia.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (23/1/2019).

Jika berkaca pada debat pertama, Hendri menyatakan masing-masing calon masih belum efektif dalam menguasai panggung yang ditoton oleh rakyat Indonesia tersebut.

Dia menilai calon petahana Joko Widodo tampil sebagai sosok yang berbeda atau lebih percaya diri, sementara Prabowo juga menampilkan hal yang berbeda, yaitu lebih sopan.

"(Pada debat pertama) belum keluar semua, tapi Jokowi menampilkan Jokowi yang berbeda, dia lebih pede. Pak Prabowo juga beda, dia lebih sopan," tegasnya.

Dia mengutarakan, dalam adu argumentasi pada debat capres, masing-masing calon harus menyiapkan diri dari segala aspek. Baik itu persiapan fisik, penguasaan konten, dan manajemen waktu.

"Pertama persiapan fisik, kemudian pelajari kontennya, dan yang ketiga waspadai manajemen waktu," tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, debat pertama dengan mengusung tema 'Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme', sudah digelar pada 17 Januari 2019 lalu.

Semnatara debat kedua akan berlangsung pada 17 Februari dengan tema 'Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Infrastruktur'. Lalu, debat ketiga dengan tema 'Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Kebudayaan' digelar pada 17 Maret 2019. 

Kemudian debat keempat pada 30 Maret 2019 bertema 'Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, Hubungan Internasional'. Debat kelima bertema 'Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan, dan Investasi, serta Perdagangan dan Industri'.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga