20 Ton Beras Disiapkan untuk Korban Banjir di Sulawesi Selatan

20 Ton Beras Disiapkan untuk Korban Banjir di Sulawesi Selatan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Yonmarhanlan VI) melakukan evakuasi korban banjir di Perum Nusa Mappala 2, Desa Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten, Gowa, Sulsel, Rabu (23/1/2019). (F

Covesia.com - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sulselbar menyatakan akan segera mengirimkan bantuan 20 ton beras bagi warga korban banjir di beberapa bagian Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep dan Barru.

"Saya barusan berbicara dengan Pak Wagub yang mewakili Gubernur Sulsel untuk proses penyaluran bantuan beras 20 ton dari Bulog tahap pertama," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulselbar Mansyur di Makassar, Rabu (23/1/2019).

Bulog juga menyiapkan bantuan perahu karet untuk mendukung evakuasi korban banjir di Kabupaten Gowa.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkoordinasi dengan Bulog untuk menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir yang mengungsi.

"Alhamdulillah kita ada stok beras, kita minta 20 ton untuk tahap pertama dikeluarkan," kata Wakil Gubernur sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, yang juga berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial Ilham A Gazaling dalam menangani korban banjir.

Di Kabupaten Gowa, menurut data pemerintah daerah sebanyak 2.121 warga korban banjir mengungsi di 13 lokasi, termasuk Masjid Baiatul Jihad Tompobalang (70 orang), Kelurahan Samata (200 orang), Masjid Mangngalli (200 orang), Puskesmas Pallangga (21 orang), dan Kantor Camat Pallangga (56 orang).

Selain itu ada yang mengungsi di BTN Pallangga Mas (33 orang), Puskesmas Kampili (6 orang), Masjid Nurul Iman Yabani Bonto Ramba di Somba Opu (94 orang), Pasar Sungguminasa (600 orang), Gardu Induk PLN Sungguminasa (40 orang), Pandang-pandang (120 orang), Bukit Tamarunang (160 orang) serta Kompleks RPH Tamarunang (521 orang).

Sementara di Kabupaten Maros, ada sedikitnya 40 keluarga yang mengungsi di Masjid Nuruttaqwa, Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau; serta puluhan keluarga yang mengungsi di Universitas Maros YAPIM dan kantor Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) Kabupaten Maros.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga