Elektabilitas Naik, Prabowo Diuntungkan Kelemahan Jokowi yang Semakin Terlihat Publik

Elektabilitas Naik Prabowo Diuntungkan Kelemahan Jokowi yang Semakin Terlihat Publik Calon presiden Prabowo Subianto nomor urut 02 (kiri) dan Capres petahana nomor urut 01 Jokowi (kanan) (Foto: Antara)

Covesia.com - Pengamat Politik Universitas Indonesia, Arbi Sanit menilai mulai naiknya elektabilitas pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo-Sandiaga yang dirilis Survei Median Senin (21/1/2019) disebabkan oleh semakin banyaknya kelemahan-kelemahan Capres Jokowi yang terlihat publik.

Bahkan menurut Arbi peluang keduanya untuk memenangkan Pilpres 2019 saat ini mendekati 50:50 persen, atau bahkan Jokowi- Ma'ruf bisa kalah.

Ia mengatakan, sejumlah kelemahan yang mulai muncul itu diantaranya pembangunan yang mulai mundur, kemudian dalam bidang ekonomi, PDB (Pendapatan Domestik Bruto) juga turun dan yang baru-baru ini soal pembebasan Abu Bakar Ba'asyir.

"Pembebasan Ba'asyir diprotes Internasional, kemudian sekarang dibatalkan dengan alasan perlu kajian hukum. Masyarakat bisa nilai dari sana," terangnya saat dihubungi Covesia.com, Rabu (23/1/2019).

Tidak hanya itu, lanjut pria kelahiran Painan, Sumatera Barat ini, Jokowi juga terlihat mempergunakan otoritasnya sebagai Presiden untuk sarana kampanye, seperti membebaskan segala macam biaya, contohnya tol, kemudian jembatan Suramadu.

"Saya rasa peluangya mendekati 50:50, apalagi dipengaruhi Cawapresnya. Saya rasa salah pilih cawapres karena ditakut-takuti kan," tambahnya.

Maka dari itu, lanjutnya, saat ini Prabowo diuntungkan oleh kelemahan-kelemahan Jokowi yang semakin terlihat publik.

Sebelumnya diketahui survei Median terbaru menyebutkan, elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merangkak naik, memperpendek jarak perolehan suara dengan Joko Widodo-Ma`ruf Amin.

Dalam rilis survei nasional Median pada Januari 2019, di Jakarta, Senin (21/1/2019), pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin meraih 47,9 persen suara responden, sementara Prabowo-Sandiaga meraih 38,7 persen.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga