Hebohkan Warga, Tim Forkopimda Mentawai Periksa Kapal Besar di Perairan Sipora

Hebohkan Warga Tim Forkopimda Mentawai Periksa Kapal Besar di Perairan Sipora Hebohkan Warga, Tim Forkopimda Mentawai Periksa Kapal Besar Di Perairan Sipora, Selasa (22/1/2019)(Foto: Septin)

Covesia.com -  Keberadaan kapal besar Limin Venture yang Lego jangkar sekira subuh tadi, Selasa (22/1/2019) sempat menghebohkan warga dusun Jati desa Tuapejat kecamatan Sipora Utara.

Mendengar kabar tersebut dari masyarakat setempat, Tim Forkopimda Mentawai yang dikomandoi oleh  Danlanal Mentawai, Letkol laut Anis Munandar bersama Dandim 0319, KakanSAR, Pol Airut, dan Dishub melakukan pemeriksaan ke tengah laut menggunakan alat RIB SAR Kelas B Mentawai di lokasi Kapal Limin Venture tertambat, sekira 2,5 Nautical Mile(NM) / 3 KM dari bibir pantai pulau Sipora di depan pulau Awera.

Saat ditemui, Kapten Kapal Limin Venture yang berlayar dari pelabuhan Merak, Banten mengatakan bahwa tujuan kedatangan Kapal tersebut untuk melakukan proyek Telkom yang bekerjasama dengan Pemda Mentawai dalam program Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL).

"Kapal kita merupakan kapal kabel dan saat ini kita sedang melakukan survey awal koordinat pemasangan SKKL dari Padang Ke Tuapejat sepanjang 168 KM. 

Di seabed (bawah laut) perairan Sipora kita melakukan clearance terlebih dahulu supaya kabel aman, " terang Irwan Nasbah Kapten Limin Venture, selasa (22/01/2019). 

Lebih lanjut Irwan mengatakan bahwa pemasangan kabel bawah laut pada beberapa titik tidak perlu ditanam di posisi kedalaman 500 meter, namun perlu mensurvey dan membersihkan  karang yang tinggi pada perlintasannya sebelum digelar dari Padang ke Mentawai.

Diketahui kapal Limin Venture terdiri dari 36 ABK dan 10 orang tenaga ahli. 

Sementara itu, Letkol Laut Anis Munandar Danlanal Mentawai mengatakan bahwa seharusnya setiap  kapal yang memasuki wilayah teritorial baru harus mengikuti prosedur dengan berkoordinasi atau melapor ke pihak terkait mengenai kegiatannya. 

"Pihak Dishub, Syahbandar, ataupun Kepolisian belum mendapatkan informasi dari pihak pemda. Karena wilayah laut teritorial kita, saya inisiatif untuk mengecek langsung ke lapangan dan Forkopimda mendukung untuk mengantisipasi seandainya kapal tersebut kapal dari China atau sejenis kapal perang, atau menyelundupkan narkoba. Dengan begitu jelas, menjawab keraguan masyarakat. Mereka tidak ada konfirmasi, seharusnya satu minggu atau beberapa hari sebelum kegiatan ada pemberitahuan dari agensi atau konfirmasi ke kita tentang kegiatannya, " kata Anis.

Selanjutnya Anis katakan kegiatan survey  pemasangan kabel serat optik bawah laut di perairan Mentawai dapat dilanjutkan kembali karena merupakan program nasional untuk konektivitas Bumi Sekerei itu. 

Kontributor Mentawai: Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga