Tiket Pesawat Naik, Pengguna Jasa Angkutan Darat di Sumbar Meningkat 35 Persen

Tiket Pesawat Naik Pengguna Jasa Angkutan Darat di Sumbar Meningkat 35 Persen Penumpang saat menunggu keberangkatan menggunakan modal angkutan antar pulau PO NPM di Lolong Padang, Jalan S Parman, Sabtu (19/1/2019).

Covesia.com - Naiknya harga tiket pesawat terbang beberapa waktu lalu, sedikitnya berpengaruh terhadap jumlah penumpang yang menggunakan transportasi darat antar pulau di Sumatera Barat. 

Agen transportasi Bus NPM, Andrian menuturkan, sejak harga pesawat naik, jumlah penumpang yang menggunakan jasa NPM meningkat sekitar 35 persen. Terutama penumpan yang hendak berangkat ke Jakarta. 

"Biasanya dalam satu hari ada dua sampai tiga angkutan, itu pun jumlah sewa sekitar 20 orang, sekarang Samapi 30 bahkan lebih jumlah penumpang yang berangkat menggunakan jasa NPM," sebutnya kepada covesia.com, Sabtu (19/1/2019).

Menurut Andrian, hal ini sudah biasa terjadi, bahkan sejak pesawat Adam air jatuh di tahun 2007, penumpang beralih ke angkutan darat. Namun begitu saat harga pesawat turun, tentu penumpang memilih naik pesawat ketimbang angkutan darat. 

"Ini sudah biasa, bahkan pertanyaan dari kawan-kawan wartawan pun sama ketika harga pesawat naik," ujarnya.

Seharusnya, pemerintah membuat undang-undang terkait batas rendah harga tiket, sehingga dengan begitu antar angkutan udara dan angkutan darat sama-sama diuntungkan. 

"Ini perdagangan, pemerintah tidak bisa menetapkan harga, namun begitu harus ada undang-undang yang mengatur harga tiket untuk batas rendah. Kalau harga tiket pesawat di bawah Rp 1 juta angkutan darat tidak bisa hidup. Penumpang lebih cenderung memilih angkutan udara," sebutnya. 

Sebelumnya, Ketua Organda Sumbar S. Budi Syukur, menuturkan bahwa idealnya harga tiket untuk penerbangan domestik itu minimal Rp 1 juta, agar  angkutan bus kembali bisa berkembang.

"Saat ini harga tiket pesawat mahal kita juga tidak mau, karena bisa membunuh pengusaha maskapai. Kita sama pengusaha, jadi sama-sama untung lah,"  ujar S. Budi Syukur.

(dil/don)

Berita Terkait

Baca Juga