Hampir 90 Persen Milenial Optimistis dengan Keberagaman Indonesia

Hampir 90 Persen Milenial Optimistis dengan Keberagaman Indonesia Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Laporan Milenneal Indonesia 2019 dari IDN Times menyebut 89,1 persen kaum milenial merasa optimistis terhadap keberagaman di Indonesia. 

"Kita bangkitkan momentum optimisme bergandengan tangan dan bahu membahu untuk mewudujkan Indonesia yang lebih baik dengan arah masa depan yang lebih baik," kata pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) IDN Times Winston Utomo dalam acara Indonesia Millennial Summit 2019 di Jakarta, Sabtu (20/1/2019). 

Dalam presentasi Laporan Milenneal Indonesia 2019, William mengatakan ada 63, 4 juta milenial atau sekitar 24 persen populasi Indonesia. Generasi yang berada di kisaran usia 20 hingga 35 tahun ini merupakan pemimpin-pemimpin masa depan bangsa. 

Laporan yang dikeluarkan perusahaan multi platform media untuk milenial dan Generasi Z ini mengungkapkan optimisme kaum milenial terhadap kondisi Indonesia satu tahun ke depan. Sebanyak 83,4 persen kaum milenial optimistis terhadap kondisi keamanan, 83,6 persen kaum optimistis terhadap demokrasi di Indonesia dan 86,7 persen optimistis terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut ia mengatakan 79,2 persen kaum milenial optimistis terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia, 76,6 persen merasa optimistis terhadap kondisi ekonomi, 76,3 persen optimistis terhadap kondisi politik dan 75,4 persen dari mereka optimistis terhadap penegakan hukum Indonesia.

William mengatakan ternyata hanya 23,4 persen milenial saja yang mengikuti berita dan isu-isu politik. Dan 79 persen milenial memeriksa ponselnya dalam waktu satu menit setelah bangun tidur.

"Hanya satu dari empat (milenial) yang mengikuti berita terkini atau berita politik," tuturnya.

Laporan ini disampaikan dalam Millenneal Summit 2019, sebuah pertemuan independen yang bertujuan membentuk masa depan Indonesia yang lebih baik dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan atau pihak terkait termasuk pemerintah, pelaku industri dan masyarakat, ujar William.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga