Mantan Anggota Komisi III Sebut Tim Gabungan Novel Tak Murni Penegakan Hukum

Mantan Anggota Komisi III Sebut Tim Gabungan Novel Tak Murni Penegakan Hukum Taslim Chaniago

Covesia.com - Mantan Anggota Komisi III DPR RI Taslim Chaniago menilai pembentukan tim gabungan untuk mengusut teror terhadap Novel Baswedan tidak murni penegakan hukum, tapi hanya sekadar menyelematkan muka pemerintah dari desakan publik.

"Ini akan mempertegas bahwa pembentukan tim gabungan adalah dalam rangka menyelamat muka pemerintah, bukanlah suatu keseriusan untuk mengungkap kasus Novel," tegas Politisi PAN itu kepada covesia.com, Minggu (13/1/2019).

Menurutnya, jika pemerintah serius dalam mengusut kasus ini tentu sudah dilakukan sejak lama, tidak menunggu kasus ini mengambang terlalu lama.

"Ini namanya langkah maju yang sangat lambat, pemerintah bergerak membentuk tim gabungan kasus Novel, setelah merasakan bahwa kasus novel akan menjadi batu sandungan bagi pemerintah dalam penegakan hukum," jelasnya.

Sebelumnya, politisi Gerindra Andre Rosiade menegaskan,  tim gabungan ini sengaja dibentuk demi kepentingan Jokowi dalam menghadapi debat capres-cawapres 17 Januari 2019.

"Pembentukan tim gabungan penyidik oleh Polri itu terindikasi hanya demi kepentingan debat capres-cawapres pekan depan," kata anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade dilansir covesia.com dari laman detik.com, Sabtu (12/1/2019).

Andre mengatakan tim gabungan itu dibentuk agar Jokowi punya jawaban andai mendapatkan pertanyaan tentang kelanjutan kasus teror terhadap Novel. Diketahui, debat perdana capres-cawapres bertemakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

"Ini kan rasa-rasanya hanya untuk menjawab kalau ada pertanyaan ke presiden tentang Novel Baswedan. Presiden bisa bilang kalau sudah ada tim baru yang dibentuk. Padahal yang dibutuhkan oleh masyarakat bukan tim baru ini, tapi TGPF sesuai permintaan Novel, KPK, dan masyarakat," ujarnya.

Tim gabungan penyidik untuk mengungkap kasus teror terhadap Novel itu dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa (8/1). Tim dibentuk lewat Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019. Pembentukan tim gabungan ini berdasarkan rekomendasi Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel yang tak kunjung menemukan titik terang.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga