Capaian Imunisasi MR di Sumbar Nomor Dua Terendah Secara Nasional

Capaian Imunisasi MR di Sumbar Nomor Dua Terendah Secara Nasional Foto: Dok. Covesia

Covesia.com - Pelaksanaan imunisasi measles rubella (MR) di Sumatera Barat (Sumbar) selama tahun 2018 terbilang rendah dengan capaian di angka 41,61 persen. Hasil tersebut, menempatkan Sumbar pada posisi terendah ke dua setelah Provinsi Aceh. 

"Target kita imunisasi measles rubella capai angka 95 persen namun ternyata masih rendah," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday, saat rapat terkait sosialisasi dan evaluasi vaksin MR di Aula Kantor Gubernur, Selasa (8/1/2019) 

Kabupaten Mentawai menjadi daerah tertinggi capaian imunisasi measles rubella dengan angka 89,99 persen. Sedangkan terendah terjadi di Kota Bukittinggi dengan capaian sebesar 14,21 persen. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menyebutkan, penggunaan vaksin MR yang masih menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat, sebab zat yang terkandung dalam vaksin terbuat dari benda najis, namun dibolehkan lantaran pertimbangan darurat. 

Menurutnya, dengan pertimbangan darurat tersebut, seharusnya pihak Kementerian Kesehatan dapat mencari solusi untuk memaksimalkan vaksin menjadi halal.

"Kita jangan terjebak pada imunisasi MR, padahal kita sudah berusaha melakukan imunisasi dasar dan jangan sampai imunisasi dasar ini terkendala dengan adanya vaksin MR tersebut. Kemudian juga Kementrian Kesehatan harus segera melakukan kajian mendalam terkait dengan vaksin ini MR," sebutnya. 

"Pemerintah juga tidak perlu memikirkan jumlah capaian imunisasi measles rubella. Sebab, masyarakat memiliki pandangan tersendiri jika telah berhubungan dengan agama, mereka lebih baik memilih tidak disuntik jika vaksin dari benda najis. Ini juga tidak bisa dipaksakan yang jelas Dinas Kesehatan harus menjelaskan apa baiknya dan apa mudaratnya," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, juga mengungkapkan agar Kementerian Kesehatan segera mencarikan solusi terkait vaksin MR yang masih menuai perdebatan di tengah masyarakat.

Selain itu, ia juga meminta tidak hanya fokus pada vaksin MR saja, namun vaksin dasar mesti dilakukan, terlebih lagi vaksin dasar sudah halal.

"Untuk itu, vaksin rutin ini mesti ditingkatkan sehingga dapat menangkal rubela karena meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, rubela ini tidak dapat diantisipasi dengan vaksin rutin. Maka, dalam keadaaan darurat mesti dilakukan vaksin MR," sebutnya. 

(dil/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga