Minang Mart: Dari Program 1.000 Unit Hingga Saat Ini Sebagian Ditutup

Minang Mart Dari Program 1000 Unit Hingga Saat Ini Sebagian Ditutup Ilustrasi (covesia)

Covesia.com - Minang Mart adalah jaringan toko swalayan yang dikelola oleh masyarakat di Sumatera Barat. Berbagai hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan kerajinan masyarakat Minang dijual di Minang Mart untuk dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat meluncurkan program 1.000 Minang Mart (MM) pada akhir Mei 2016. Tujuan program Minang Mart adalah untuk menghidupkan ekonomi masyarakat Minang. Minang Mart merupakan hasil kolaborasi dari tiga Badan usaha Milik Daerah (BUMD) setempat. Tiga BUMD yang terlibat dalam program ini adalah PT Grafika, Bank Nagari, dan Jamkrida.  

Sementara itu, tepatnya pada Selasa (24/5/2016) 100 unit retail Minang Mart resmi beroperasi di Sumatera Barat.

Dilansir dari website irwan-prayitno.com, disebutkan, MM bertujuan memotong rantai distribusi menjadi lebih pendek, dengan demikian, margin keuntungan pedagang lebih besar dan konsumen bisa membeli lebih murah. Rantai yang hendak dipotong itu, dari produsen UMKM dan petani. Dari produsen langsung ke BUMD.

"Ini sekaligus bisa mengendalikan inflasi. Rantai lain yang hendak dipotong barang- barang cepat habis dan kebutuhan harian (consumers goods) seperti deterjen, sabun, pasta gigi, minuman bersoda, minum kaleng tanpa soda, biskuit, kopi, pelembab, margarin, susu, pengharum badan, pisau cukur, pembalut, popok bayi dan lainnya," tutur Gubernur Sumbar Irwan Prayitno waktu itu.

Namun kini, sejumlah toko ritel yang berlogo Minang Mart di Kota Padang terlihat  berganti ke nama lain dan ada juga yang ditutup. Pantauan covesia.com, Senin (7/1/2019), gerai Minang Mart Piligan di Jalan Adinegoro, Batang Kabung Ganting, Koto Tangah, Kota Padang terlihat tutup. Di depan toko tersebut terlihat tulisan 'dikontrakkan'.

"Kalau tidak salah, Minang Mart di sini sudah lebih satu bulan tutup, kita juga tidak tahu kenapa ditutup," ujar warga yang tinggal di daerah tersebut, Roslina, kepada covesia.com.

Sementara gerai Minang Mart di Sungai Lareh, Kecamatan Kuranji kini telah berubah nama menjadi Minang Midi. Hal itu berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini.

“Berubah nama ini karena pemilik toko sudah tukar,” ungkap karyawan Minang Midi, Santi (25) kepada covesia.com. 

Informasi yang dihimpun covesia.com, hal yang sama juga terjadi pada gerai Minang Mart di Lubuk Minturun, Ampang, dan Parak Laweh.

Sementara Direktur Minang Mart Syaiful Bahri ketika dikonfirmasi covesia.com belum menjawab terkait persoalan ini dan berjanji akan kembali menghubungi covesia.com, namun hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasannya.

(covesia)

Baca juga: Sejumlah Gerai Minang Mart Berganti Nama, Ada Juga yang Tutup

Berita Terkait

Baca Juga