Dalam Sepekan, Tiga Warga Gunungkidul Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dalam Sepekan Tiga Warga Gunungkidul Ditemukan Tewas Gantung Diri Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Seorang wanita ditemukan gantung diri di belakang rumahnya daerah Semin, Gunungkidul. Peristiwa ini membuat angka gantung diri di Gunungkidul menjadi 3 kejadian dalam sepekan ini.

Kapolsek Semin, AKP Haryanta mengungkapkan, kejadian berawal saat anak korban, Parno (66) akan mengantarkan istrinya berangkat ke ladang sekitar jam 7 pagi, Minggu (6/1/2019). Bahkan, sebelum pergi, Parno sempat berpamitan dengan korban yakni Samikem (90) yang tinggal serumah dengan Parno di Dusun Pucung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul.

"Tapi saat berpamitan itu, korban (Samikem) malah menyuruh saksi (Parno) untuk bekerja sampai sore hari lalu baru pulang ke rumah," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (6/1/2019).

Karena terburu-buru, Parno langsung berangkat ke ladang. Namun karena lupa menyuruh Samikem yang sudah tua dan pikun untuk mandi, Parno langsung bergegas pulang lagi.

"Sampai rumah, saksi tidak ada mendapati korban di kamarnya. Setelah dicari-cari, ternyata ditemukan sudah gantung diri di usuk (Kerangka atap) bambu belakang rumah," ujarnya.

Mengetahui hal itu, Parno langsung lapor ke Ketua RT setempat dan dilanjutkan pelaporan ke Polsek Semin. Mendapat laporan, polisi langsung menunju TKP bersama dengan tim medis dari Puskesmas Semin.

"Dari hasil pemeriksaan medis tadi tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan dan murni gantung diri. Kalau motifnya diduga karena sudah sakit tua dan tidak sembuh-sembuh," ucapnya.

Sebelumnya, seorang wanita bernama Sudarsi (44) ditemukan gantung diri di dalam rumah Kecamatan Ngawen, Gunungkidul Jumat (4/1). Diduga wanita tersebut nekat gantung diri karena terbelit masalah ekonomi.

Kapolsek Ngawen, AKP Kasiwon mengatakan, jasad korban ditemukan oleh suami korban, Sumardi (50). 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menyebut bahwa kejadian gantung diri tidak hanya terjadi di Ngawen tapi juga terjadi di Dusun Sawah, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul pada Senin (1/1) malam.

"Betul, jadi sudah ada dua kejadian (gantung diri) di awal tahun ini," kata Fuady pada Jumat (4/1).

Menurut Fuady, tingginya kejadian gantung diri di Kabupaten Gunungkidul dipicu oleh permasalahan dan musibah yang dialami masyarakat. Terlebih, masalah itu tidak diceritakan ke orang lain guna mencari solusi bersama.

"Karena itu, kita akan berdayakan Bhabinkamtibmas untuk melaksanakan pendataan kepada seluruh masyarakat, terutama yang berpotensi untuk melakukan bunuh diri. Yang jelas, laporkan setiap permasalahan kepada Bhabinkamtibmas agar nantinya dicarikan solusi dan diselesaikan bersama," ujarnya. (dtc)

Berita Terkait

Baca Juga