Andre Rosiade: Wartawan itu Bagi Pak Prabowo Pejuang Menegakkan Pilar Demokrasi

Andre Rosiade Wartawan itu Bagi Pak Prabowo Pejuang Menegakkan Pilar Demokrasi Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade (tengah).

Covesia.com - Beberapa hari lalu, media sempat dihebohkan dengan pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12). Dalam penggalan pidatonya Prabowo memberi 'saran' agar tidak usah hormat kepada jurnalis. 

"Saya katakan, 'Hei media-media yang kemarin tidak mau mengatakan ada belasan juta orang atau minimal berapa juta di situ, kau sudah tak berhak menyandang predikat jurnalis lagi. Boleh kau cetak, boleh kau ke sini dan ke sana. Saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Ndak usah, saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka lagi, mereka hanya antek orang yang ingin menghancurkan republik Indonesia,'" kata Prabowo, dikutip Covesia.com dari detikcom, Sabtu (8/12/2018).

Menanggapi itu, Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade membantah jika Prabowo mengatakan hal demikian terkait wartawan. 

"Itu narasi menyesatkan, tidak ada kata-kata Prabowo seperti itu," katanya di Padang, Sabtu (8/12).

Dia mengatakan, jika Prabowo Subianto orang yang menghormati wartawan. Bagi Prabowo, katanya, wartawan adalah pejuang untuk menegakkan pilar demokrasi.

"Pak Prabowo menghormati wartawan. Wartawan itu pejuang bagi pak Prabowo. Pejuang menegakkan pilar demokrasi," katanya.

Dia meminta, jangan sampai wartawan sebagai pejuang penegak demokrasi dimanfaatkan oleh pemilik media.

"(Wartawan) seharusnya berani mengatakan yang benar itu benar, yang salah itu salah," sebutnya.

Andre menambahkan, pernyataan Prabowo terkait pemberitaan media khususnya terhadap peristiwa reuni 212 pada Minggu (2/12), lebih kepada kritik. 

"Bahwa ada ketidakberpihakan atau tidak berimbangnya media memberitakan reuni akbar 212," ujarnya. 

Prabowo, menurutnya, kecewa atas hal itu.

"Masyarakat itu menyampaikan kekecewaan kepada Pak Prabowo dan Pak Prabowo menyampaikan ekspresi kekecewaan yang disampaikan oleh masyarakat itu ke media waktu acara Disabilitas Internasional itu," jelasnya.

Dia menyebutkan, Prabowo mempertanyakan kenapa liputannya tidak berimbang?

"Pesan yang disampaikan pak Prabowo adalah bahwa ada kekecewaan dari masyarakat, selama ini media mainstream dinilai tidak berimbang," katanya.

Dia meminta agar KPI dan Dewan Pers menyoroti ketidakberimbangan media dalam pemberitaan.  

"Ini pelajaran bagi media mainstream. Media itu salah satu pilar demokrasi kalau media tidak berpihak, (ada media) hanya puja-puji incumbent, puja-puji presiden," pungkasnya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga