DKI Jakarta Tak Masuk 10 Kota Toleran Versi Setara Institute

DKI Jakarta Tak Masuk 10 Kota Toleran Versi Setara Institute Ketua Setara Institute, Hendardi (Jhon Rico/ Covesia.com)

Covesia.com- Setara Institute memberi penghargaan kepada 10 kota yang menduduki peringkat tertinggi dalam Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2018.

Kajian tersebut dilakukan Setara Institute terhadap 94 kota di Indonesia untuk mengukur praktek toleransi yang dilakukan oleh pemerintah kota.

10 kota yang berhasil meraih penghargaan tersebut yakni Singkawang, Salatiga, Pematang Siantar, Manado, Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, Binjai dan Surabaya.

Ibukota DKI Jakarta pun tak masuk kedalam 10 besar kota toleran versi Setara. Skor toleransi DKI Jakarta berada di posisi ke 92 dari 94 kota di Indonesia dengan skor toleransi 2,880 disusul Banda Aceh dengan skor toleransi 2,830 dan Tanjung Balai (2,817)

Ketua Setara Institute Hendardi menilai Jakarta tidak mudah menjadi kota yang toleran. Dinamika politik Jakarta sebagai pusat politik dan kekuasaan nasional yang membuatnya sulit untuk masuk ke 10 besar kota toleran.

"Tetapi bukan berarti tidak ada pemimpin- pemimpin yang tidak berusaha menjadikan kota yang heterogen. Tapi masih banyak hambatanya," kata Hendardi di Jakarta Pusat, Jumat, (7/12/2018).

Ia menyebut bahwa aksi- aksi massa menjadi salah satu hambatan Jakarta masuk ke dalam 10 besar kota toleran. "Aksi- aksi dengan politik identitas sering terjadi di Jakarta dan di Jawa Barat sebetulnya," jelas dia.

Menurut Hendardi, berdasarkan penelitian Setara Institute, kedua daerah ini yakni Jakarta dan Jawa Barat secara umum mendapat tanda merah sejak beberapa tahun lalu. 

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga