Belasan Warga Ngetos Keracunan Nasi Kotak

Belasan Warga Ngetos Keracunan Nasi Kotak Ilustrasi keracunan makanan

Covesia.com - Belasan warga Desa Ngetos Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami mual dan muntah hampir bersamaan karena diduga mengalami keracunan makanan setelah makan nasi kotak pemberian dari warga yang menyelenggarakan selamatan akikah.

"Korban sementara ada 18, diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi nasi kotak. Laporan dugaan keracunan ini terjadi di Dusun Sumberbendo, Desa Ngetos," kata Camat Ngetos Bambang Subagio di Nganjuk, Jumat (07/12/2018).

Kejadian itu berawal pada Kamis (6/12), di mana seorang warga di Dusun Sumberbendo, Kabupaten Nganjuk melaksanakan kegiatan akikah dengan mengundang warga di lingkungannya.

Sekitar jam 16.00 WIB warga yang diundang makan bersama nasi kotak yang telah disediakan tuan rumah, namun malam hari sekitar jam 22.00 WIB, beberapa warga mulai merasakan tidak enak badan berupa mual dan pusing.

Diketahui pada Jumat, sekitar jam 11.00 WIB beberapa warga dibawa ke Puskesmas Ngetos. Mereka dari berbagai usia mulai anak-anak hingga orang dewasa. Untuk anak-anak diketahui ada lima orang dan langsung mendapatkan perawatan intensif karena dehidrasi.

Warga yang dibawa ke puskesmas tersebut terdata 18 orang. Beberapa dari mereka ada yang dirujuk hingga ke Puskesmas Berbek Nganjuk serta RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pemerintah saat ini masih memantau kejadian ini, sebab diduga korban yang sakit akan lebih banyak. Tuan rumah yakni KIM, telah mengundang banyak tamu ke rumah dalam acara tersebut.

Dewi, salah seorang warga yang juga mendapatkan perawatan mengaku dirinya memang sempat makan olahan daging kambing suguhan dari tuan rumah. Kemudian, ia mengaku merasa mual dan muntah.

"Saya merasa mual dan muntah, kemarin itu (6/12) makan daging kambing," kata Dewi.

Sementara itu, aparat Kepolisian Resor Nganjuk melakukan penyelidikan atas kejadian ini dengan mengumpulkan keterangan para saksi dan mengambil sampel makanan yang diduga menyebabkan keracunan warga.

(ant/dnq)

Berita Terkait

Baca Juga