MAKI Apresiasi KPK Tetapkan Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang sebagai Tersangka

MAKI Apresiasi KPK Tetapkan Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang sebagai Tersangka Kordinator MAKI, Boyamin Saiman. (dok.pribadi)

Covesia.com- Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) mengapresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah menetapkan Bupati Jepara 2017-2022, Ahmad Marzuqi (AM), bersama hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito (LAS), sebagai tersangka kasus suap.

“MAKI apresiasi KPK yang telah mampu membongkar permainan hukum dalam perkara yang melibatkan Ahmad Marzuqi dan Lasito berupa janggalnya putusan Praperadilan yang diajukan A Marzuqi dengan hakim Lasito di PN Semarang,” kata Koordinator MAKI, Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis yang diterima Covesia.com, Kamis (6/12/2018).

Menurut Boyamin, MAKI adalah pihak yang awalnya mengajukan gugatan Praperadilan atas SP3 yang diterbitkan Kejati Jateng terhadap Tersangka Ahmad Marzuqi dalam perkara dugaan korupsi Dana Bantuan Parpol PPP dari APBD Jepara.

“Hakim Puji Widodo mengabulkan Praperadilan yang diajukan MAKI dan menyatakan SP3 Ahmad Marzuqi tidak sah,” ujar dia.

Kemudian atas dasar Praperadilan yang dimenangkan MAKI, terang Boyamin, Kejati Jateng kembali menetapkan Ahmad Marzuqi sebagai tersangka.

Selanjutnya, jelas dia, Ahmad Marzuqi mengajukan gugatan Praperadilan. Hakim Lasito dengan putusan mengabulkan gugatan dan penetapan tersangka Ahmad Marzuqi tidak sah dan KPK mampu bongkar permainan dibalik putusan tersebut dengan menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka suap.

Ia menyebut bahwa sejak awal MAKI telah berusaha mengingatkan Hakim Lasito untuk berjalan sesuai koridor dengan cara intervensi praperadilan. Ini dilakukan dengan permintaan vonis menolak Praperadilan yang diajukan A Marzuqi dengan alasan tidak mungkin ada dua putusan berbeda atas kasus yang sama. “Namun belum apa- apa memasuki pembuktian,  intervensi yang diajukan MAKI ditolak oleh Hakim Lasito,” tegasnya.

Dengan status tersangka atas keduanya, MAKI menuntut kepada Mahkamah Agung untuk segera memecat Hakim Lasito. Selain itu, MAKI juga menuntut Menteri Dalam Negri (Mendagri) untuk segera memecat Ahmad Marzuqi.

Hal ini dikarenakan, tegas Boyamin, perbuatan keduanya merupakan pelanggaran berat dan tercela karena telah berani mempermainkan hukum untuk kepentingan pribadi keduanya.

“Meminta kepada KPK untuk segera melakukan penahanan kepada keduanya karena dikhawatirkan melarikan diri dan merusak barang bukti serta demi tindakan yang keras demi efek jera bagi pelaku yang mempermainkan hukum,” ujarnya.

MAKI juga meminta agar KPK segera menambah tersangka baru pihak lain yg terlibat khususnya yang berperan sebagai makelar penyedia dan pengantar uang (dalam hal ini oknum Anggota DPRD Jepara dan Oknum Pegawai PN Semarang).

Selain itu, tambah Boyamin, pihaknya juga berharap agar MA melakukan pengawasan yang lebih efisien demi mencegah hakim menerima suap.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga