Beredar Ikan Kering Berpestisida, Pedagang Mengaku Susah Membedakan

Beredar Ikan Kering Berpestisida Pedagang Mengaku Susah Membedakan Pedagang menunggui dagangan ikan kering di sebuah pasar di Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis (6/12/2018). Foto: Covesia/ Johan Utoyo

Covesia.com - Mayoritas pedagang ikan kering di pasar Ibuh, Kota Payakumbuh mengaku terkejut dengan hasil temuan Dinas Pangan Sumbar yang menyatakan banyak ikan kering asal Pasaman Barat yang disemprot pestisida sebagai bahan pengawet. Pedagang mengaku susah untuk mengetahui kontaminasi zat kimia pada ikan kering tersebut.

“Baru tahu saya soal itu. Untuk membedakan mana yang berpestisida dan mana yang tidak, juga susah. Kami tidak pernah diberi tahu cara membedakannya. Kami hanya berjualan saja,” kata salah seorang pedagang ikan kering di Pasar Ibuh, Ratna (34) kepada Covesia.com, Kamis (6/12/2018).

Mengenai asal ikan keringnya, Ratna mengaku tidak tahu dari mana agen yang biasa mendistribusikan ikan kering ke Pasar Ibuh mengambil.

“Yang tahu bagi kami para pedagang ikan asin hanya ada barang yang diantar oleh agen. Tapi dari mana asalnya kami tidak tahu,” kata Ratna.

Pedagang lainnya, Zainal (41) mengaku resah dengan adanya informasi dari Dinas Pangan yang telah menemukan indikasi zat kimia pestisida untuk mengawetkan ikan kering. 

Hal ini terjadi saat Dinas Pangan mengambil sampel ikan kering asal Pasaman Barat.

“Kalau begitu ceritanya, kami jadi waspada juga. Nanti kami menjual ikan kering berpestisida dan berurusan dengan hukum,” tukas Zainal.  

Sementara itu, Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kota Payakumbuh, Heny Riza Falepi mengaku sudah mengetahui adanya ikan kering berpestisida yang masuk ke pasar-pasar di kota itu. 

Namun kewenangan penindakan merupakan tanggung jawab Dinas Pangan Kota Payakumbuh.

Menyikapi kondisi itu, Heny mengimbau kepada masyarakat Payakumbuh untuk mengkonsumsi ikan 'tabek' (air tawar) yang masih segar. Petani ikan tabek cukup banyak di Kota Payakumbuh dan sekitarnya.

“Kalau ikan tabek dipastikan segar dan tidak terkontaminasi zat kimia. Ikannya dijual dalam keadaan hidup," kata Heny.

Dengan mengkonsumsi ikan tabek ini, masyarakat Payakumbuh akan mendapat dua keuntungan yaitu secara ekonomis dan kesehatan, pungkasnya.

(agg/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga