Hadiri Kongres PII, Jusuf Kalla Tegaskan Insinyur Indonesia Jangan Takut Bersaing

Hadiri Kongres PII Jusuf Kalla Tegaskan Insinyur Indonesia Jangan Takut Bersaing Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat menghadiri Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI dan Dialog Nasional di Grand Inna Padang, Kamis (6/12/2018)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Wakil Presiden Republik Indonesian H. Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Padang, Sumatera Barat, dalam rangka membuka Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) ke XXI dan Dialog Nasional di Grand Inna Padang, Kamis (6/12/2018).

Wakil Presiden RI  Jusuf Kalla dalam sambutannya menekankan di hadapan para peserta kongres, bahwa para Insinyur Indonesia tidak perlu takut menghadapi Insinyur dari luar, karena tenaga Insinyur kita lebih pintar, buktinya Insinyur kita banyak yang dipakai di luar negeri.

“Kita harus bisa menjadi Insinyur profesional, jangan setiap pembangunan kita masih mengharapkan tenaga insinyur dari luar negeri, seperti pembangunan bandara, sejak masih zaman Sukarno kita masih pakai tenaga asing, sudah 60 tahun kita harus bangkit, jangan sedikit-dikit mengunakan tenaga insinyur asing,” sebutnya.

Mulai sekarang manfaatkan tenaga insinyur nasional dan tidak adalagi pembangunan bandara memakai tenaga insinyur asing, tegas Wapres Jusuf Kalla. 

Wapres, juga menyampaikan prihatin terhadap banyaknya tenaga insinyur dan tenaga ahli Indonesia bekerja di negara tetangga.Sehingga tenaga insiyur kita dalam negeri jadi berkurang.

“Kita menyadari juga bahwa soal pendapat dan gaji tenaga insiyur di Indonesia masih relatif murah sementara diluar negeri pendapat dan gaji lebih besar. Tentu ini perlu menjadi perhatian negeri ini,” katanya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih diadakannya kongres PII ini di Padang, karena bisa menjadi nilai tambah bagi SDM yang ada di Sumbar. Saat ini kata Nasrul Abit, di Sumbar masih banyak kekurangan tenaga Insinyur, ada sekitar 50 tenaga Insinyur yang kurang di instansi Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pengelolaab Sumber Daya Air (PSDA) saat ini.

Kekurangan tenaga insiyur ini tentunya menjadi perhatian bagi pemerintah pusat, agar dalam penerimaan pegawai menambah kuota bagi tenaga insiyur di Sumatera Barat. 

“Kita mengetahui daerah Sumatera Barat ini merupakan rawan bencana, ada gempa , tsunami,  yang merupakan isu yang mengerikan bagi masyarakat Sumbar. Hal Ini juga diperkuat oleh analisis lima profesor pakar Gempa dari luar negeri yang mengatakan akan terjadi gempa 8,9 SR dengan gelombang setinggi  12 meter, sekitar 2,5 km kedaratan dengan kecepatan 800 km/jam,” ungkapnya.

Pada laporan Ketua Umum PII (The Instituion of Engineers Indonesia) Ir. Hermanto Dardak mengatakan PII ini sudah berjalan selama 21 tahun yang dilaksanakan setiap 3 tahun sekali dalam pelaksanaan kongres dan pemilihan pengurus yang baru. Pesertanya terdiri dari perwakilan 23 Provinsi dan 150 cabang dari Kab/Kota se Indonesia. 

Ketua Umum PII Hermanto Dardak juga menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya membangun sumber daya manusia di bidang keinsinyuran yang mampu memberi nilai tambah. "Sehingga, insinyur Indonesia berdaya saing tinggi bisa lebih kompetitif dibanding negara lain.

Pembukaan Kongres PPI XXI dan Dialog Nasional dibukan Wapres dengan melakukan pemukulan gong dengan didampingi oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sebagai tanda peresmian pembukaan Kongres PII XXI dan Dialog Nasional.

Acara kongres ini bertema "Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas dalam Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia" yang diikuti oleh ratusan anggota Persatuan Insinyur Indonesia.

(ril/don)


Berita Terkait

Baca Juga