Ikan Asin Mengandung Pestisida Beredar, DKP Sumbar Pertanyakan Data Dinas Pangan

Ikan Asin Mengandung Pestisida Beredar DKP Sumbar Pertanyakan Data Dinas Pangan Pedagang menunggui dagangan ikan kering di sebuah pasar di Kabupaten Agam, Sumbar, Kamis (6/12/2018). Foto: Covesia/ Johan Utoyo

Covesia.com - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri menyebutkan, ikan asin mengandung pestisida sebagai bahan pengawet asal Pasaman Barat yang ditemukan Dinas Pangan Sumbar perlu diteliti lebih lanjut. Yosmeri mempertanyakan sumber lengkap data terkait penyebaran ikan asin di pasar-pasar provinsi itu.

"Sebetulnya datanya tentu harus lengkap, dari mana sumbernya bahwa hampir 80 persen ikan asin yang beredar di Sumbar berasal dari Pasaman Barat, dan apakah 80 persen tersebut dipastikan mengandung pestisida?" tanya Yosmeri kepada Covesia.com, Kamis (6/12/2018).

Kata Yosmeri, beredarnya informasi tentang ikan kering mengandung pestisida tentu akan berdampak terhadap produksi ikan kering di Sumbar. 

Selain meresahkan konsumen, ini juga memengaruhi penghasilan masyarakat yang bergantung terhadap penjualan ikan asin.

"Kalau (ikan asin berpestisida) mungkin ada, namun jumlah 80 persen ikan asin yang beredar di Sumbar, bisa berdampak terhadap pedagang dan konsumen," sebutnya.

Dia mengatakan, perlu data yang jelas terkait data itu. Angka 80 persen itu data yang cukup besar. 

"Kemudian ikan asin yang beredar saat ini apa juga telah diteliti (seluruhnya)," lanjutnya.

Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa daerah penghasil ikan kering di Sumbar bukan hanya Pasaman Barat saja, tetapi masih banyak daerah pesisir lainnya yang memproduksi ikan asin di Sumbar. 

"Ada Pesisir Selatan, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat. Daerah Pesisir Selatan itu banyak sekali memproduksi ikan asin," sebutnya.

(dil/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga