Potensi Produksi Ikan Kering di Indonesia

Potensi Produksi Ikan Kering di Indonesia Ikan kering. (dok.covesia.com)

Covesia.com - Produksi ikan kering di Indonesia sangat tinggi dan perlu dikembangkan. Pasalnya, ikan kering asal Indonesia pun diminati di luar negri.

Salah satunya adalah ikan kering yang diproduksi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (6/12/2018), produk ikan kering asal NTT semakin diminati di Timor Leste.

Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Kupang mencatat, Semester I (Januari - Juni) 2018 ekspor ikan kering NTT ke negara tetangga itu menyentuh angka 115,3 ton.

Menurut Kepala SKIPM Kupang Jimmy Elwaren, permintaan ikan kering dari Timor Leste selalu ada setiap bulannya. Tahun ini misalnya Januari sebanyak 17 ton, Februari 12,3 ton, Maret 13 ton, April 28,1 ton, Mei 15,9 ton, dan pada Juni sebanyak 29 ton. Untuk memenuhi permintaan, poduk ikan kering ini dipasok dari berbagai daerah di NTT.

Ia menjelaskan, aktivitas ekspor ke Timor Leste relatif lebih mudah karena menggunakan jalur darat melewati pos lintas batas negara, terutama Motaain di Kabupaten Belu.

Selain itu, tambah dia, ikan kering asal NTT pun diekspor ke negara tujuan lain seperti Jepang, Thailand, Malaysia, Australia, dan lainnya pada umumnya menggunakan jalur laut dengan transit di Surabaya, Jawa Timur.

Seperti diketahui, pengolahan ikan kering dilakukan dengan angin dan udara dingin yang digantung di rak di tepi pantai. Khusunya di NTT dan pulau Sumatera, pengeringan ikan dilakukan secara tradisional dengan memanfaatkan energi matahari. Ikan segar hasil nelayan atau dibeli secara curah dengan jenis keragaman yang bervariasi diolah tergantung dengan musim.

Selanjutnya ikan dibersihkan, diberi garam, dan dikeringkan di atas para-para yang telah tersedia dalam waktu sekitar 8-10 jam. Proses produksi Ikan kering tersedia sepanjang waktu, namun jenisnya bervariasi.

Metode tersebut murah dan efektif yang kerap dilakukan oleh nelayan dan keluarganya, lalu produk yang dihasilkan dengan mudah dibawa ke pasar atau langsung diambil oleh tengkulak.

Secara umum dapat disampaikan bahwa industri ikan kering mempunyai peranan penting dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber protein dan lemak yang berharga murah bagi masyarakat.

Selain itu, produksi ikan kering pun bisa memenuhi kuota ekspor ke mancanegara.

Berdasarkan data KKP, sampai dengan triwulan IV di tahun 2017, total produksi perikanan nasional sebanyak 23,26 juta ton. Untuk perikanan tangkap sebanyak 6,04 juta ton dan perikanan budidaya sebanyak 17,22 juta ton.

Tren nilai ekspor ikan Indonesia ke negara tujuan utama di tahun 2012- 2017 pun terus mengalami peningkatan. Untuk negara Amerika Serikat naik 10.94 persen pertahun, China naik 10.25 % pertahun dan Uni Eropa naik sekitar 3.74 % pertahun.

Hal ini membuat pemerintah terus meningkatkan nilai pembiayaan usaha kelautan dan perikanan di tahun 2017 triwulan III. Di mana realisasi kredit yang diberikan mencapai Rp 6,49 triliun dengan realisasi 38.667 debitur dan rasio non performing loan (NPL) 2,7 %.

Selain itu nilai realisasi non bank pun dikucurkan sekitar Rp. 535,39 milyar dengan jumlah 34.786 debitur dan rasio non ferforming financing (NPF) 1,93 %. Untuk total permodalan ditahun 2017 Rp.7,03 triliun (234 % dari target Rp.3 triliun).

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga