Produsen dan Pedagang Ikan Asin Berpestisida Dapat Dijerat UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen

Produsen dan Pedagang Ikan Asin Berpestisida Dapat Dijerat UU Pangan dan UU Perlindungan Konsumen Ilustrasi (Foto: Antara)

Covesia.com - Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat mendapatkan temuan ikan asin (ikan kering) yang diproduksi dan berasal dari Pasaman Barat (Pasbar) mengandung pestisida yang cukup tinggi sebagai pengawet. Parahhnya lagi, menurut Dinas Pangan hampir 80 persen ikan asin yang beredar di Sumbar berasal dari Pasbar.

Baca: Ada Temuan Baru, Ikan Kering Asal Pasbar Berbahaya Dikonsumsi

Menanggapi hal itu Pakar Hukum Pidana Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat Elwi Danil menyebutkan produsen dan pedagang ikan asing itu dapat dijerat dengan banyak Undang-Undang.

"Kalau seandainya memang cukup bukti mengandung pestisida, tentu produsen dan penjual bisa dijerat dengan banyak UU," ungkapnya saat dikonfirmasi Covesia.com melalui telepon, Kamis (6/12/2018).

Adapun UU yang dapat menjeratnya, lanjut Elwi yakni UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman masing-masing 5 tahun kurunagn penjara.

"Khusus untuk pedagang harus dilihat dulu sejauh mana dia mengetahui kandungan pestisida itu. Kalau dia sudah mengetahui ikan asinnya mengandung pestisida tapi masih menjualnya maka dia dapat dijerat dengan UU namun jika tidak, maka ia setidaknya dapat saksi administratif berupa teguran," terang elwi.

Lebih lanjut menurut Elwi pemerintah telah membuat UU dan peraturan yang lengkap untuk melindungi masyarakat terutama konsumen dari kecurangan-kecurangan yang dilakukan produsen dan pedagang, tinggal bagaimana UU dan aturan itu dijalankan.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga