Seratusan Personel Gabungan TNI/Polri Buru KKB di Nduga Papua

Seratusan Personel Gabungan TNIPolri Buru KKB di Nduga Papua Ilustrasi - Anggota Satgas Yonif 642 Kapuas melaksanakan operasi pengamanan di Perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Antara Foto/ Agus Alfian

Covesia.com - Sebanyak 153 personel gabungan TNI dan Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pelaku penembakan puluhan pekerja jembatan di Kali Yigi dan Kali Auruk, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal, Selasa (4/12/2018), mengatakan personel gabungan sebanyak itu menggunakan tiga unit kendaraan dan telah sampai di Distrik Mbua yang merupakan distrik terdekat dengan lokasi peristiwa.

"Tadi pagi tim gabungan TNI dan Polri itu berangkat pada pukul 06.30 WIT dan diinformasikan bahwa telah sampai di Mbua, mereka akan berjalan darat ke lokasi peristiwa di Yigi dengan berjalan kaki, kira-kira lama perjalanannya dua jam," ungkapnya.

Setelah tiba di Distrik Mbua, ungkap Kamal, tim gabungan TNI dan Polri telah bertemu dengan empat orang pekerja yang berjalan kaki dan berhasil melarikan diri.

"Mereka adalah Martinus Sampe karyawan PT Istaka mengalami luka tembak di kaki kiri, Jefrianto juga karyawan PT Istaka mengalami luka tembak di pelipis kiri, dan Irawan karyawan Telkomsel dan John petugas puskesmas," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan dari empat orang tersebut, bahwa pos TNI yang berada di Distrik Mbua telah hancur diserang dan satu anggota TNI meninggal dunia yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

"Kelompok KKB saat melakukan penyerangan terhadap Pos TNI dengan dukungan masyarakat kurang lebih sebanyak 250 orang. Sementara ke empat masyarakat yang berhasil meloloskan diri tersebut sedang di evakuasi ke Wamena dan tim medis sudah menjemput di sekitar Habema," tuturnya.

Sedangkan mengenai para puluhan pekerja yang menjadi korban kekerasan atau penembakan, lanjut Kamal, personel gabungan TNI dan Polri sedang berupaya ke lokasi kejadian dan akan melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Egianus Kogoya.

(ant/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga