November, Kota Bukittinggi Mengalami Inflasi 0,83 Persen

November Kota Bukittinggi Mengalami Inflasi 083 Persen Ilustrasi (Ist)

Covesia.com - Badan Pusat Statistik (BPS), Sumatera Barat (Sumbar) pada bulan November 2018 mencatat kota Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,83 persen.

"Bulan November ini Bukittinggi inflasi sebesar 0,83 persen terjadi karena terjadi adanya peningkatan indeks pada 7 kelompok pengeluaran," kata Kepala BPS Bukittinggi, Mukhlis, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan, 7 kelompok pengeluaran tersebut meliputi kelompok bahan makanan sebesar 1,21 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 1,74 persen, kelompok sandang sebesar 0,08 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,45 persen dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,25 persen.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan November 2018 secara umum menunjukkan kenaikan pada semua kelompok pengeluaran," tambahnya. 

Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan November 2018 yakni sewa rumah, beras, bawang merah, rokok kretek filter, daging ayam ras, bahan bakar rumahtangga, sekolah menengah pertama, lemari pakaian, bensin, jeruk, apel, tarif pulsa ponsel, tarif gunting rambut pria, rokok kretek dan komoditas lainnya.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan November 2018 antara lain cabai merah, Belut, ikan dencis, telur ayam ras, minyak goreng, daun bawang, ikan mas, ikan tuna, gula pasir, ikan mujair, dan ikan lele.

"November ini Kota Bukittinggi menduduki posisi ke 2 di pulau Sumatera dan urutan ke 8 dari seluruh kota di Indonesia yang mengalami inflasi/deflasi," tuturnya. 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga